
JombangBanget.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang menyusun dokumen Profil Sosial, Ekonomi, Teknis, dan Kelembagaan (PSETK) Daerah Irigasi Watumayung I dan II pada 14–17 September 2026 di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Bareng.
Pemetaan ini dilakukan untuk menyediakan data lapangan sebagai dasar perencanaan pengelolaan irigasi yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan petani.
’’Pemetaan ini diharapkan menjadi dasar perencanaan pengelolaan irigasi yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan petani,’’ kata Plh Kepala Bapperida Jombang Noer Hajati.
Baca Juga: Lawan Perundungan, Pemprov Sinergi DSC Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang
Penyusunan dokumen berlangsung pada 14–17 September 2026 di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Bareng.
Pemetaan tersebut diarahkan agar menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan, bukan sekadar menjadi dokumen administratif.
’’Kami ingin memastikan setiap kebijakan pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan pengelolaan irigasi, berbasis pada riset dan data lapangan yang kuat,” terangnya.
Rangkaian kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan. Diawali sosialisasi pada 14 September. Dilanjutkan penelusuran jaringan irigasi pada 16 September.
Kemudian diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) pada 17 September.
Tahapan ini digunakan untuk menghimpun kondisi lapangan sekaligus masukan dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan irigasi.
Dokumen PSETK memuat data dasar mengenai kondisi sosial dan ekonomi petani. Kondisi teknis infrastruktur pengairan. Serta kesiapan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).



