Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Miris! Balita di Jombang Terima Roti Berjamur Program MBG

Achmad RW • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:44 WIB

Puluhan roti berjamur ditemukan dalam paket MBG yang dibagikan di Desa Sambongdukuh, Jombang, Rabu (25/2).
Puluhan roti berjamur ditemukan dalam paket MBG yang dibagikan di Desa Sambongdukuh, Jombang, Rabu (25/2).

JombangBanget.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Kabupaten Jombang tercoreng.

Di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, puluhan roti berjamur ditemukan dalam paket MBG yang dibagikan Rabu (25/2).

Total 77 roti tak layak konsumsi tersebar di tujuh titik pembagian.

Keluhan pertama mencuat dari para ibu balita anggota posyandu. LW, warga Desa Sambongdukuh, mengaku terkejut saat mendapati roti dalam paket MBG anaknya sudah berjamur.

”MBG untuk balita di wilayah Sambong(dukuh) meresahkan, roti MBG balita kok berjamur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pagi itu, Rabu pagi ia menerima paket berisi roti dalam kemasan plastik, jeruk, dan susu UHT kecil dari SPPG Tambakrejo 3.

Namun jamur baru terlihat saat hendak dikonsumsi sore hari.

”Tahunya itu sore pas waktu mau dimakan, ternyata dilihat rotinya kok sudah ada jamurnya,” lanjutnya.

Roti tersebut akhirnya dibuang karena khawatir membahayakan kesehatan balita. ”Akhirnya ya dibuang, dari SPPG Tambakrejo 3," pungkasnya.

Kepala Desa Sambongdukuh Khairurroziqin membenarkan adanya laporan tersebut. Bahkan, jumlahnya lebih dari satu kasus.

”Kemarin memang ada laporan demikian, tapi sudah kami sampaikan ke PIC atau kader penerima, untuk didata dan dikembalikan, karena tentu tidak boleh kan kualitas begitu diberikan,” tegasnya saat dikonfirmasi Kamis (26/2) malam.

Baca Juga: Dukung Program MBG, Perumdam Tirta Kencana Jombang Siapkan Layanan Air Minum untuk SPPG

Dijelaskan, sekitar 500 balita anggota posyandu di desanya menerima pasokan MBG setiap hari sejak Desember 2025.

Selama ini relatif aman. Karena itu, ia langsung meminta pihak penyedia bertanggung jawab.

”Tapi sebelumnya aman, entah kenapa kemarin kok tiba-tiba begitu, saya juga sudah menghubungi kepala dapurnya untuk minta itu diganti. Sudah dijanjikan diganti juga, tapi belum sampai hari ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SPPG Tambakrejo 3 Paramananda Nur S mengakui temuan tersebut berasal dari dapurnya.

”Ya memang itu roti dari kami, sudah kami mintakan retur ke supplier. Saat ini sudah terkumpul datanya dan akan saya serahkan ke supplier,” terangnya (26/2) malam.

Ia menyebut, dari total 2.846 porsi yang didistribusikan hari itu, ditemukan 77 roti berjamur di tujuh lokasi.

Rinciannya 19 roti di MI Al Azhar, 14 roti di SDN Sambongdukuh 3, 1 roti di Perum Sambong Permai, 12 roti di Perum Buma, 13 roti di TK Muslimat, 10 roti di Dusun Sariloyo, dan 8 roti di Perum Sambong Indah.

Nanda juga mengakui adanya kelalaian dalam pengecekan.

”Pada saat kedatangan, roti dalam keadaan terbungkus. Tampak luar, bagus,” jelasnya.

Hingga Kamis malam, penggantian belum dilakukan.

”Belum (diganti, Red) pak, karena pembuatan (roti,Red) seperti itu juga berproses. Insya Allah minggu depan, Karena besok dapur kita juga libur,” pungkasnya.

Kasus ini menambah daftar persoalan kualitas MBG di Jombang.

Sebelumnya, menu dari SPPG Jogoroto sempat dikeluhkan karena dinilai minim dan tak layak, hanya berisi ketela rebus, kering tempe, dan sebuah jeruk.

Setelah viral dan sempat ditolak salah satu sekolah, menu tersebut diganti. Pihak SPPG menyebut ada kesalahan teknis dalam penataan. (riz/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#BGN #roti #Mbg #SPPG #roti berjamur #sambongdukuh #badan gizi nasional #mbg balita #program mbg #Jombang #balita #Makan Bergizi Gratis