JombangBanget.id – Proyek rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan Pasar Buah di Ploso Jombang telah rampung.
Namun, hingga kini pemandangan areal pasar masih tetap semrawut.
Sejumlah pedagang masih berjualan di bahu jalan hingga halaman pasar.
Sementara Pasar Buah di Sub Terminal Ploso masih sepi tanpa aktivitas jual beli.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengklaim penataan pedagang segera dilakukan.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting, Yustinus Harris Eko Prasetyo, membenarkan dua proyek tersebut telah rampung.
Saat ini pihaknya tengah melakukan penataan. Ada sekitar 100 pedagang yang selama ini berjualan di luar Pasar Ploso akan dipindah ke Pasar Buah.
”Pekerjaan proyek sudah selesai, tinggal penataannya. Pedagang sudah diundi dan siap boyongan,” ujarnya.
Pasar Buah menyediakan 105 kios dengan sekat permanen. Pedagang buah, kelapa, sayur, hingga ayam rencananya menempati bangunan baru itu.
Namun, pantauan Minggu (21/12) menunjukkan kondisi berbeda.
Pasar Buah masih kosong, sedangkan keramaian pedagang dan pembeli tetap terpusat di depan Pasar Ploso.
”Kami sebenarnya sudah meminta sebelum Sabtu (20/12) mereka mulai menempati tempat yang baru. Tetapi, pedagang memilih hari tertentu yang dianggap pas. Mereka sudah menyatakan siap untuk boyongan ke tempat baru,” jelasnya.
Disdagrin berharap pemindahan pedagang membuat kawasan Pasar Ploso lebih tertib dan bersih.
Bangunan semi permanen di atas trotoar atau bahu jalan depan Pasar Ploso akan dibongkar.
”Semua pedagang pindah ke Pasar Buah. Bangunan semi permanen di depan Pasar Ploso itu nanti akan bersih semua. Pembersihannya dilakukan pedagang sendiri,” tegas Harris.
Proyek rehabilitas Pasar Ploso menelan anggaran Rp 3,9 miliar, sementara pembangunan Pasar Buah di area Sub Terminal Ploso Rp 3,5 miliar.
Keduanya dimulai 18 Juli dan berakhir 15 Desember. Khusus Pasar Ploso sempat molor dua hari hingga 17 Desember, dan kontraktor dikenai denda berjalan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz