Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tender Dimenangkan PT Wika, soal Proyek Bendung Karet Jatimlerek Jombang Rp 279 Miliar

Ainul Hafidz • Kamis, 11 Desember 2025 | 18:30 WIB
BAKAL DIUBAH: Pintu Bendung Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang  oleh pemerintah pusat.
BAKAL DIUBAH: Pintu Bendung Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang oleh pemerintah pusat.

JombangBanget.id – Proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang segera dimulai.

Nilai pagu mencapai Rp 279,96 miliar dari APBN. Tender dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, salah satu BUMN karya dengan penawaran Rp 268,4 miliar.

Pantauan di laman resmi SPSE Inaproc Kementerian PUPR, proses tender masih dalam tahapan masa sanggah.

Surat penunjukan penyedia barang/jasa (SPPBJ) dijadwalkan terbit 19 Desember, sedangkan penandatanganan kontrak pada 22 Desember.

Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menyebut, proyek ini ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Dari informasi yang diterima, Bayu menyebut bendung karet akan diubah menjadi bendung gerak.

”Informasi awal, bendung akan diubah menjadi bendung gerak seperti Rolak 9 Mojokerto. Bendung karet operasionalnya sulit, terutama jika terjadi kebocoran,” ujarnya, Senin (8/12).

Namun demikian, Bayu menegaskan pelaksanaan proyek belum dapat dipastikan karena proses tender belum selesai sepenuhnya.

”Sekarang kalau masih masa sanggah, artinya proses tender masih belum selesai semua. Belum ada tanda tangan kontrak. Karena setelah penetapan pemenang, ada masa sanggah, lalu penerbitan SPPBJ dan kemudian penandatanganan kontrak. Setelah kontrak diteken, biasanya mereka baru koordinasi dengan daerah,” terangnya.

Rehabilitasi Bendung Jatimlerek berpotensi menimbulkan dampak bagi aliran irigasi pertanian.

Karena akan ada proses flushing atau penggelontoran air di Sungai Brantas.

Baca Juga: Rehab Bendung Karet Jatimlerek Jombang Terancam Batal, Ini Penyebabnya

Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah hingga sosialisasi kepada petani akan dilakukan setelah kontrak resmi ditandatangani.

”Mau tidak mau, ketika direhab akan ada flushing yang berdampak pada irigasi. Jadi kemungkinan setelah tanda tangan kontrak baru dilakukan koordinasi yang ditindaklanjuti dengan sosialisasi ke petani di sekitar Jatimlerek,” katanya.

Seperti diketahui, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Sungai Brantas kelimpungan pada Mei 2024 lalu.

Hasil pendataan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso, Jombang.

Karena selama ini mengandalkan pasokan irigasi dari Saluran Primer Jatimlerek.

Sebagai tindak lanjut Pemkab Jombang berkirim surat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengusulkan Bendung Karet Jatimlerek dilakukan re-desain atau desain ulang.

Usulan itu dilakukan usai melihat dampak yang ditimbulkan saat pintu enam rusak begitu signifikan, terutama pada sektor pertanian.

Konstruksi bendung diharapkan tak lagi menggunakan karet seperti sekarang ini.

Melainkan bendung gerak, seperti yang ada di Dam Rolak 9 Mojokerto dan Warutiri Kediri.

Bendung Karet Jatimlerek merupakan bendung karet pertama yang dibangun di Sungai Brantas.

Dibangun pada 1989 dan selesai pada 27 November 1992.

Bendung ini berperan vital dalam mendukung sistem irigasi di wilayah utara Sungai Brantas.

Air dari Bendung Jatimlerek mengairi lahan pertanian di sejumlah desa.

Antara lain Desa Jatimlerek, Desa Karangmojo, Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan hingga Desa Tanggungkramat serta Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Cakupan lahan sawah mencapai 1.818 hektare.

Selama ini, bendung beberapa kali mengalami kebocoran, yang berdampak pada penurunan elevasi air Sungai Brantas di bagian hulu.

Kondisi tersebut menyebabkan air tidak dapat masuk ke Intake Saluran Irigasi Jatimlerek secara optimal.

Terakhir, pada 2016 BBWS Brantas sempat mengganti badan karet dengan yang baru.

Namun kebocoran kembali terjadi, terutama pada bentang karet nomor 6 pada 2024 lalu dan dilakukan penambalan karet. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #kementerian pu #bendung karet jatimlerek #lelang #bendung #Jatimlerek #tender #proyek #pt wijaya karya #Jombang #Plandaan #pt wika