JombangBanget.id – Setelah sempat mandek tidak ada kejelasan, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah mulai aktif kembali.
Pihak sekolah berharap ke depan program MBG di sekolahnya berjalan lebih baik.
Kepala SMPN 1 Jombang Rudy Priyo Utomo megatakan, pihak sekolah telah menerima informasi resmi terkait dimulainya kembali pengiriman MBG pada Minggu (19/10) malam pukul 22.00.
”Begitu kami menerima pemberitahuan bahwa MBG dikirim lagi, langsung kami informasikan kepada seluruh siswa agar tidak perlu membawa bekal dari rumah,” terangnya.
Berbeda dengan sebelumnya, distribusi MBG ke sekolahnya kini berjalan lebih baik.
”Pengiriman tepat waktu dan menunya juga tidak ada keluhan,” ujarnya (20/10).
Hal senada disampaikan Kepala SMPN 2 Jombang Etik Nuroidah.
Pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan baik dan semakin tertata.
”Alhamdulillah hari ini (21/10) pengiriman tepat waktu. Kemarin (20/10) sempat molor sekitar 15 menit karena ada koordinasi teknis, tapi semuanya sudah lancar. Kami juga sudah mengumumkan kepada seluruh siswa bahwa program MBG kembali dimulai,” jelasnya.
Sementara itu Lilis Wijayati, vendor dari SPPG Kepatihan Kecamatan Jombang, membenarkan distribusi MBG telah aktif kembali sejak 20 Oktober 2025.
”Benar, pengiriman MBG mulai aktif lagi setelah sempat berhenti sejak 1 Oktober. Kami berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai jadwal,” ungkapnya.
Baca Juga: Rantai Pasok Bahan Baku MBG Dikuasai Pemodal Besar? DPRD Jombang Angkat Bicara
Seperti diberitakan sebelumnya, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kepatihan ke sejumlah sekolah sementara dihentikan.
Belum diketahui pasti penyebabnya, diduga buntut dari karut-marut distribusi makanan hingga temuan kualitas makanan diduga tidak layak konsumsi yang diterima siswa awal September lalu.
Salah satunya disampaikan Kepala SMPN 1 Jombang Rudy Priyo Utomo.
Ia menyebut, SPPG Kepatihan sejak awal Oktober sudah tidak lagi mengirim menu MBG ke sekolahnya.
”Kemarin kepala SPPG Kepatihan menyampaikan ke kami bahwa program MBG off dulu sambil dilakukan perbaikan, mulai 1 Oktober sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya. (2/10).
Meski begitu, pihak sekolah belum mendapat penjelasan detail mengenai jenis
perbaikan yang dimaksud maupun sampai kapan penghentian MBG ke sekolahnya.
”Sampai batas waktu yang belum ditentukan. Alasannya karena perbaikan, tapi kami tidak tahu detail perbaikan apa yang dimaksudkan,” imbuhnya.
Pemberitahuan penghentian pengiriman sementara MBG ke sekolah, selanjutnya ia sosialisasikan kepada para wali murid.
”Tujuannya wali murid biar tahu bahwa MBG sementara dihentikan, sehingga para siswa pun bisa menyiapkan bekal dari rumah seperti kebiasaan sebelumnya,” bebernya.
Sementara itu, vendor SPPG Kepatihan Abadi Lilis Wiyajati belum bisa memberikan keterangan banyak perihal penghentian sementara distribusi MBG ke sejumlah sekolah di wilayahnya.
SPPG Kepatihan setiap harinya memasak 2.200 porsi untuk empat sekolah, yaitu SMPN 1 Jombang, SMPN 2 Jombang, TK Amanah, dan TK ABA.
”Izin, saya masih rapat,” singkat Lilis saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (2/10). (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz