Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal 2.087, Bau Anak Bau Surga

Rojiful Mamduh • Rabu, 13 Desember 2023 | 14:15 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

Jombangbanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (12/12), Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Sumobito, Ustad Moh Roihan Sugondo, menjelaskan pentingnya mengasihi dan menyayangi anak.

Termasuk dengan cara memeluk dan mencium anak.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Bau anak berasal dari bau surga. Makanya anak kecil itu baunya harum,’’ tuturnya.

Anak kecil tidak punya dosa. Sehingga baunya masih mencerminkan bau asalnya yakni surga. Sedangkan orang dewasa sudah banyak dosa.

Sehingga sudah tidak lagi berbau wangi surga.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberi teladan sering memeluk dan mencium anak dan cucunya.

Rasulullah pernah mencium Hasan bin Ali (cucunya dari Fatimah). Sedangkan di samping beliau ada Aqra' bin Habis at-Tamimi sedang duduk.

Lalu Aqra' berkata; Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.

Rasulullah lalu bersabda; Barangsiapa tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.

Banyak orang tua di masa tuanya tidak disayangi oleh anak-anaknya. Salah satu sebabnya adalah karena mereka tidak menyayangi tatkala anak-anaknya masih kecil.

Sebagai wujud sayang, kita jangan sampai mendoakan keburukan kepada anak. ’’Seperti apapun anak, orang tua harus bisa ngempet, bisa sabar,’’ terangnya.

Bisa jadi saat itu kita marah, tapi harus ditahan. J

angan dilampiaskan. Karena jika dilampiaskan, justru akan menilmbulkan penyesalan.

Jalaludin Rumi menyatakan; Orang marah sebaiknya seperti mayit, diam dan tidak bergerak. Karena marah itu gila sejenak.

Ustad Roihan Sugondo cerita, suatu ketika Abdullah bin Mubarak dicurhati seseorang. Dia mengeluhkan anaknya yang hidupnya susah.

’’Susah dalam segala hal. Termasuk ekonomi dan lain-lainnya,’’ bebernya. Abdullah bin Mubarak lalu bertanya; Apakah kamu pernah mendoakan keburukan kepada anakmu? ’’Pernah,’’ jawab orang itu.

Abdullah bin Mubarak lalu berkata; Kamu telah membunuh anakmu dengan doa burukmu untuknya.

’’Ini karena doa orang tua kepada anak sangat mudah dikabulkan. Baik doa baik maupun buruk,’’ jelasnya. Salah satu resep mendidik anak yakni berkata-kata yang baik kepada mereka. Seperti disebutkan dalam QS Annisa 9.

Suatu ketika, Nabi sujud sangat lama. Usai salat, sahabat bertanya; Wahai Nabi, apakah tadi turun ayat, kok sujudnya lama sekali? ’’Tidak,’’ jawab Nabi.

Nabi memperpanjang sujudnya karena cucunya, Hasan dan Husain, naik ke punggungnya.

Nabi menunggu mereka turun, baru bangkit dari sujud.

Nabi tidak mau cucunya jatuh karena bangkit dari sujud ketika cucunya diatas punggung.

Ini pelajaran agar tidak menyakiti anak cucu.

Nabi memerintahkan mengajari anak salat ketika usia 7 tahun. Dan memukulnya jika meninggalkan salat setelah usia 10 tahun.

Namun memukulnya pun bukan dengan tujuan menyakiti.

Bukan pukulan yang membuat cedera. Namun pukulan yang bersifat mendidik.

Anak harus dididik ilmu agama agar bisa menjalankan kewajiban agama dengan baik. Karena jika tidak, anak justru bisa menjadi fitnah yang menyebabkan orang tuanya masuk neraka. Sebagaimana disebutkan dalam QS Attagabun 14-15. (jif/naz/ang)

 

Editor : Anggi Fridianto
#mengaji #Binrohtal #Jombang