
JombangBanget.id – Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan itu disampaikan saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (22/10), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Batara tiba di Ponpes Tebuireng sekitar pukul 12.48 WIB, didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0814 Jombang Letkol Kav Diky Prasojo. Kedatangan mereka disambut Gus Kikin.
Baca Juga: Aktivitas Galian di Kudu Jombang Diduga Bermasalah, Izin Belum Jelas
Pertemuan berlangsung hangat selama sekitar 30 menit di Ndalem Kasepuhan Tebuireng.
Batara mengatakan, silaturahmi tersebut sudah lama ingin dilakukan bersama Dandim 0814 Jombang. Namun, kesibukan Gus Kikin yang kerap bepergian ke luar kota, termasuk Jakarta, membuat pertemuan baru terlaksana pada momentum HSN kali ini.
”Hari ini, setelah sekian lama dan beberapa kali kami bersama Dandim belum mendapat kesempatan bertemu beliau, KH Abdul Hakim Mahfudz yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Karena kesibukan beliau, sering ke luar kota dan Jakarta, akhirnya ada kesempatan sekitar 30 menit sebelum beliau melanjutkan perjalanan ke Jakarta lagi,” katanya.
Menurut Batara, hubungan harmonis antara TNI dan pesantren mutlak dijaga. Terlebih, Jombang dikenal sebagai Kota Santri dengan banyak pondok pesantren dan jumlah santri mencapai puluhan ribu.
Dia menilai, peran santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa.
Salah satunya tercermin dalam pertempuran 10 November di Surabaya yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
”Kalau kita kilas balik ke belakang saat mempertahankan kemerdekaan, pertempuran 10 November di Surabaya yang jatuh sebagai Hari Pahlawan. Kita lihat sejarah itu nyata sesuai data dan fakta. Yang berjuang dominan di situ adalah para santri,” tegasnya.



