Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemensos Temukan Banyak Data Bansos Tak Akurat, Validasi Dipercepat

A
Penulis: Anggi Fridianto❯

AJAK KOLABORASI: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkunjung ke Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2) sore.
AJAK KOLABORASI: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkunjung ke Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2) sore.


Advertisement

JombangBanget.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan akurasi data menjadi kunci pengentasan kemiskinan dan penyaluran perlindungan sosial.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2) sore.

”Sore ini kami bersama bupati, wakil bupati, para pendamping, operator desa, kepala desa dan elemen lainnya memperkuat kolaborasi serta koordinasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Gus Ipul, pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dilakukan melalui jalur formal dan partisipatif.

Jalur formal berjenjang dari RT, RW, desa, hingga kabupaten/kota sebelum diolah Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara jalur partisipatif memberi ruang masyarakat menyampaikan usul maupun sanggahan lewat aplikasi Cek Bansos, Command Center 24 jam, dan WhatsApp Center.

Advertisement

”Artinya, setiap kita punya kesempatan untuk ikut memutakhirkan data ini agar makin solid dan tepat sasaran,” tegasnya.

Gus Ipul mengungkapkan pemerintah terus melakukan verifikasi terhadap penerima manfaat.

Dalam pengecekan lapangan terhadap sekitar 12 juta warga, ditemukan hampir dua juta orang tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

”Kerja sama dengan pemerintah daerah kami perkuat untuk mempercepat validasi penerima manfaat di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Pemerintah juga menyiapkan digitalisasi penyaluran bansos agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Bupati Jombang Warsubi menyambut baik arahan tersebut.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Jombang memperkuat peran operator data desa dan pilar-pilar sosial.

”Kami sangat mendukung penerapan DTSEN. Dengan pemetaan desil yang jelas, intervensi pemerintah daerah akan lebih terukur. Kami siap berkolaborasi untuk menghadirkan data yang faktual dari tingkat RT/RW hingga kabupaten, agar seluruh program bantuan sosial tepat sasaran, manfaat bagi masyarakat Jombang,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 29 ribu peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Jombang dinonaktifkan pemerintah pusat.

Penonaktifan terjadi setelah pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial menunjukkan peserta berada di atas ambang kriteria penerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi mengatakan, ribuan peserta PBI tersebut dinonaktifkan menyusul masuk kategori desil di atas lima.

”Jumlahnya sekitar 29 ribu sekian. Itu karena desilnya berada di atas desil lima,” kata Agung saat dikonfirmasi Jumat (6/2). (ang/naz)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Sebanyak 11 kios di Pasar Pon Jombang bakal disegel oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang.

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Pemkab Jombang menyiapkan Rp 200 juta untuk pembangunan palang pintu kereta api di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, tetapi proyek belum dapat dimulai. Pemkab masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan setelah

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Penataan tiang dan kabel fiber optic (FO) kini diprioritaskan di kawasan Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Penertiban infrastruktur jaringan tersebut dikebut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer