Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Warsubi Ingatkan SPPG di Jombang: Menu MBG Harus Aman dan Higienis

A
Penulis: Anggi Fridianto❯
BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi usai menghadiri peresmian SPPG di Jombatan, Kecamatan Jombang, Jumat (23/1).
BERI PENJELASAN: Bupati Jombang Warsubi usai menghadiri peresmian SPPG di Jombatan, Kecamatan Jombang, Jumat (23/1).

JombangBanget.id – Di tengah maraknya kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, Bupati Warsubi meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjaga higienitas dan kualitas bahan pangan.


Advertisement

’’Untuk mengantisipasi keracunan, salah satunya dengan memastikan bahan pangan, terutama daging ayam, berasal dari rumah potong higenis, bersertifikat dan memenuhi standar higienitas nasional,’’ katanya.

Warsubi juga mendorong SPPG untuk melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan.

’’Program MBG berpotensi mampu menggerakkan ekonomi desa melalui kerja sama dengan petani, peternak, dan pekebun setempat,’’ ucapnya.

Advertisement

Sebagai contoh, warga bisa menanam sayuran, buah-buahan seperti pisang, jeruk, atau beternak ayam petelur. Hasilnya dapat diserap SPPG di masing-masing kecamatan.

’’Masyarakat bisa menanam sayuran, pisang, atau jeruk.  Bisa beternak ayam petelur. Kalau semisal masyarakat Jombang memiliki 100 ekor ayam petelur, dan satu hari bisa menghasilkan telur 80 butir, ini bisa bekerjasama dengan SPPG yang ada di masing-masing kecamatan,’’ jelasnya.

Hingga kini, 67 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berdiri dan beroperasi. Namun, layanan gizi ini belum sepenuhnya merata.

Advertisement

’’Masih dibutuhkan sekitar 30 SPPG tambahan agar seluruh penerima MBG bisa terlayani,’’ ucapnya.

Terbaru, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jombang di bawah naungan Yayasan Kemala Bayangkari Polres Jombang diresmikan.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan, pendirian SPPG merupakan bentuk dukungan nyata Polres Jombang terhadap kebijakan strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Keberadaan SPPG juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Setiap unit SPPG mampu menyerap hingga 43 relawan yang diprioritaskan berasal dari lingkungan setempat.

’’Ini juga menjadi komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat Jombang. Tiap SPPG bisa merekrut sampai 43 relawan. Kita utamakan warga sekitar SPPG termasuk di kelurahan dan kecamatannya,’’ urainya.

Selain itu, pengadaan bahan pangan diarahkan untuk bekerja sama dengan koperasi, kelompok tani, hingga BUMDes guna menggerakkan ekonomi lokal.

’’Untuk bahan pokoknya nanti kita juga berupaya untuk bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih termasuk dengan Gapoktan. Sebagaimana yang disampaikan Pak Bupati. Bisa juga melalui warga-warga yang dikumpulkan melalui Bumdes. Ini pasti akan menumbuhkan ekonomi lokal apabila berjalan dengan lancar,’’ tambahnya.

Penerima manfaat dari tiga SPPG ini nantinya menyasar pelajar, balita, serta ibu hamil sebagai kelompok prioritas penerima manfaat.

’’Untuk awal seribu penerima manfaat. SPPG itu ada tahapannya. Bisa dicoba dulu 500, 1.000, 1.500, maksimal 3.000. Yang jelas, diberikan kepada penerima manfaat di sekolah-sekolah, termasuk di posyandu maupun anak-anak, balita dan ibu hamil,’’ ungkapnya.

Di lingkup Polres Jombang sendiri, saat ini terdapat enam SPPG. Tiga di antaranya telah diresmikan dan tiga lainnya direncanakan menyusul dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan di Kabupaten Jombang terdapat tujuh SPPG yang salah satunya berada di bawah naungan Polri.

’’Di bawah Polres ada enam, dan satu di Mojowano di bawah Itwasum Polri,’’ tegasnya. (ang/jif)

Advertisement

Artikel Terkait

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Mangkrak dan Tak Ditempati, 11 Kios Pasar Pon Bakal Disegel Pemkab Jombang

Sebanyak 11 kios di Pasar Pon Jombang bakal disegel oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang.

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Sudah Disiapkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Palang Pintu KA Nglele Jombang Belum Bisa Dibangun

Pemkab Jombang menyiapkan Rp 200 juta untuk pembangunan palang pintu kereta api di Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, tetapi proyek belum dapat dimulai. Pemkab masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan setelah

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Jelang Muktamar NU, Tiang dan Kabel FO di Tambakberas Jombang Ditertibkan

Penataan tiang dan kabel fiber optic (FO) kini diprioritaskan di kawasan Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Penertiban infrastruktur jaringan tersebut dikebut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer