Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerpen: Menanti Bintang Jatuh

A
Penulis: Ainul Hafidz❯
Ilustrasi meteor jatuh.
Ilustrasi meteor jatuh.

Zakiyya duduk di depan jendela besar loteng rumahnya.


Advertisement

Tempat yang menjadi kesukaan Zakiyya ketika bintang-bintang sedang bertebaran di langit. Juga saat ia sedang merindukan ibu dan ayahnya.

Zakiyya sering mendengar ucapan orang-orang, kalau kita mengajukan permohonan saat ada bintang jatuh, maka permohonan itu akan bisa dikabulkan.

Zakiyya seorang gadis yang beranjak usia 13 tahun ini hanya punya satu permohonan. Zakiyya ingin bertemu dengan ibu dan ayahnya.

Advertisement

Zakiyya sejak usia tiga tahun telah ditinggal kedua orang tuanya. Keduanya bercerai.

Namun neneknya selalu menyembunyikan kenyataan tersebut. Nenek selalu menyampaikan, kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.

Sudah berhari-hari Zakiyya menghabiskan waktu usai belajar di jendela loteng yang besar itu.

Advertisement

Ruangan loteng nyaman sekali karena dihiasi seperti kamar tidur. Hanya satu yang ia tunggu, bintang jatuh.

Biasanya, ia akan duduk di sana sampai pukul sembilan malam, lalu tidur di kamar.

Karena hari ini Sabtu, Zakiyya memutuskan untuk ada di sana lebih lama.

’’Kiya, yuk turun! Kita nonton di bawah.’’ Terdengar suara nenek dari pintu loteng.

’’Sebentar lagi Zakiyya turun ya, Nek. Kiya masih mau di sini dulu,’’ jawab Zakiyya.

Satu jam... Dua jam... Tiga jam... Terlewati namun tak satu pun bintang jatuh, bahkan sampai Zakiyya tertidur dan bermimpi.

Dalam mimpi Zakiyya.....

Seolah duduk di suatu perbukitan. Saat ia melihat ke atas, ada bintang bertaburan dan ia melihat ke bawah ada lampu-lampu kota yang mirip bintang.

Sekitar bukit itu orang-orang sedang duduk dan menikmati keindahan bintang-bintang.

Semuanya kompak tak bersuara keras, hanya senyum dan berbisik jika diperlukan. Zakiyya pun masih di bukit itu sambil menunggu bintang jatuh.

’’Mungkin di bukit ini, bintang jatuh lebih mudah terlihat,’’ katanya pada diri sendiri. Zakiyya masih takjub dengan keindahan langit berbintang.

Ingin rasanya ia ambil satu bintang itu untuk dibawanya pulang.
Tiba-tiba, Zakiyya melihat ada satu bintang jatuh. Mata Zakiyya melebar karena terkejut.

Tetapi ia segera ingat bahwa, ia akan mengajukan permohonan. Mata Zakiyya terpejam, ia mengucapkan harapan dengan sungguh-sungguh.

Bahkan kesungguhannya sampai membuat air mata Zakiyya menetes.

 

Oleh: Farah Putri Nazwa, siswi kelas 7H MTsN 9 Jombang di Tanjunganom, Diwek, Jombang.

Advertisement

Artikel Terkait

Student Journalism Jombang: Albert Baskara Laxsander

Student Journalism Jombang: Albert Baskara Laxsander

Baskara adalah laki-laki yang memiliki perbedaan. Dia tampan namun sifatnya  berbeda. Beda? Iya beda. Contohnya, dia itu  nakal. Selalu melanggar peraturan sekolah. Dia juga keras kepala. Banyak orang yang tidak mau

Setitik Cahaya yang Mulai Padam

Setitik Cahaya yang Mulai Padam

DI sebuah desa terpencil di antara dua gunung raksasa, terdapat sebuah desa yang disebut Desa Kabut. Sesuai namanya, desa ini diselimuti oleh kabut abadi.

Student Journalism Jombang: Hari Santri Nasional

Student Journalism Jombang: Hari Santri Nasional

Kamis (22/10) di halaman Masjid MTsN 9 Jombang dilaksanakan Tasmi' Alqur'an Bil Goib Juz 1. Ustaz Abdul Haris selaku kepala madrasah memotivasi agar para siswa memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan semangat memb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer