Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Stok Darah O Menipis, Begini Kata PMI Jombang

Wenny Rosalina • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:14 WIB
MENIPIS: Petugas PMI Jombang menunjukkan lemari pendingin darah O yang stoknya tinggal sedikit.
MENIPIS: Petugas PMI Jombang menunjukkan lemari pendingin darah O yang stoknya tinggal sedikit.

JombangBanget.id – Stok darah golongan O di Kabupaten Jombang saat ini menipis. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Menipisnya stok darah bukan disebabkan penurunan jumlah pendonor, melainkan meningkatnya kebutuhan darah selama musim hujan.

’’Kondisi ini tidak hanya di Jombang, hampir seluruh wilayah Jawa Timur sama,’’ kata Kepala Bagian Administrasi Umum PMI Kabupaten Jombang, Rachmat Siswojo, Rabu (21/1).

Saat ini, stok darah golongan O di PMI Kabupaten Jombang tersisa sekitar 20 kantong.

Ini jauh di bawah kebutuhan minimal harian yang mencapai 70 kantong per hari.

Padahal, pada pagi hari, PMI Jombang baru saja mendistribusikan 70 kantong darah golongan O ke RSUD Jombang.

Jumlah pendonor relatif sama. Namun kebutuhan darah meningkat.

’’Biasanya karena penyakit dalam yang kambuh dan kasus demam berdarah yang mulai banyak,’’ jelasnya.

Sementara itu, untuk stok darah golongan lain, PMI Jombang mencatat golongan A sebanyak 150 kantong. B 300 kantong dan AB 60 kantong.

Kebutuhan darah setiap hari fluktuatif. Namun golongan O menjadi yang paling banyak dibutuhkan di Jombang.

’’Darah yang dikelola PMI Jombang tidak hanya digunakan untuk rumah sakit di wilayah Jombang,’’ ucapnya.

Baca Juga: Pria di Jombang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Ada Luka di Leher

Tetapi juga didistribusikan ke rumah sakit di luar daerah seperti Mojokerto, Kediri, Nganjuk, dan Lamongan.

Sekitar 75 persen stok darah digunakan untuk rumah sakit di Kabupaten Jombang. Sementara 25 persen untuk kebutuhan luar daerah.

Guna mengatasi kekurangan darah golongan O, PMI Jombang mengandalkan pencarian pendonor melalui pesan siaran atau broadcast.

Namun, saat ini upaya tersebut terkendala masalah sistem.

’’Biasanya kami bisa broadcast hingga 500 whatsapp, tapi sekarang sistemnya error. Kalau broadcast langsung, justru nomor kami diblokir. Saat ini hanya bisa kirim ke sekitar 15 orang tiap hari,’’ ungkapnya.

Kendala tersebut berdampak pada jumlah pendonor yang datang.

Untuk menyiasatinya, PMI Jombang meminta seluruh karyawan membantu dengan membuat status di media sosial pribadi yang berisi ajakan donor darah.

Memaksimalkan broadcast terbatas, serta menghubungi calon pendonor secara pribadi.

’’Jumlah pendonor saat ini sekitar 70 orang per hari, baik yang datang ke kantor PMI maupun melalui kegiatan di luar,’’ ucapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#golongan darah #stok darah #Pmi jombang #Menipis #Jombang #golongan darah o #stok darah menipis