Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Peranan CT-Scan dalam Deteksi dan Evaluasi Pulmonary Thromboembolism (PTE)

Ainul Hafidz • Kamis, 19 Juni 2025 | 14:14 WIB
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

CT SCAN adalah teknologi pencitraan medis yang menggunakan tabung sinar-X dan detektor yang berputar mengelilingi tubuh pasien untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh secara detail.

Dengan bantuan media kontras yang disuntikkan ke pembuluh darah, CT Scan mampu menampilkan struktur organ dan aliran darah secara jelas.

Salah satu protokol khususnya adalah CT Pulmonary Angiography (CTPA), yang dirancang untuk mengevaluasi arteri paru dan mendeteksi adanya sumbatan akibat gumpalan darah.

Pulmonary thromboembolism (PTE) terjadi ketika bekuan darah dari vena yang biasa terjadi di kaki atau panggul, berpindah ke paru-paru dan menyumbat aliran darah.

Hal ini bisa menyebabkan sesak napas mendadak, nyeri dada saat menarik napas dalam, bahkan kolaps apabila sumbatannya besar.

Tanpa penanganan cepat, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Di Indonesia, meski data nasional masih terbatas, tren kenaikan kasus mulai terlihat di rumah sakit kota besar.

Jika gejala dan hasil awal seperti D-dimer tinggi mencurigakan ke arah PTE, dokter akan melakukan CTPA.

Pemeriksaan dilakukan dengan menyuntikkan sekitar 120–135 ml kontras melalui lengan, lalu scanner mengambil gambar cepat dalam beberapa detik.

Hasilnya menunjukkan bekuan darah sebagai area gelap di tengah pembuluh yang seharusnya terang.

Bentuk bekuan bisa menyerupai bulatan atau biji polong (polo-mint), sedangkan bekuan lama tampak seperti garis tipis.

Baca Juga: Peran Teknologi CT Scan Bantu Deteksi Emboli Paru Lebih Cepat dan Aman

CTPA juga memperlihatkan kondisi jantung kanan dan arteri paru untuk menentukan tingkat keparahan.

Kelebihan utama CTPA adalah kecepatan dan ketepatannya memberikan gambaran diagnosis.

Informasi ini penting untuk memilih pengobatan yang sesuai, mulai dari obat pengencer darah hingga tindakan trombolisis atau embolektomi.

CTPA juga digunakan untuk evaluasi lanjutan setelah pengobatan.

Dengan semakin luasnya akses terhadap CT scan di rumah sakit besar, penanganan PTE bisa dilakukan lebih dini dan efektif, sehingga risiko komplikasi dan kematian pun dapat ditekan.

Dosen pengampu:

Amillia Kartika Sari, S.Tr.Kes, M.T.

Penulis:

Alifa Alya Zahira, Aulia Alfany, Fa’iz Martha Hendriani, Fitrahnas Azzizul Hakim, Fildzah Shabrina, Nabiel Atsar Hanggara, Najwa Mithwa Tsabitah, dan Nur Inayatul Ma’rufah.

Mahasiswa Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan, Universitas Airlangga

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #opini #unair surabaya #evaluasi #gumpalan darah #kesehatan #pasien #arteri #universitas airlangga #Mahasiswa #Surabaya #ct scan #deteksi #Jombang #Paru