Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selamat Hari Gizi Nasional

A
Penulis: Ainul Hafidz❯
Rizka Fauziyah Nurvidya AMd Gz, Ahli Gizi Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang.
Rizka Fauziyah Nurvidya AMd Gz, Ahli Gizi Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang.

TAHUN ini Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari mengambil tema ’Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045’.


Advertisement

Dalam upaya mengoptimalkan zat gizi, perlu diperhatikan asupan yang dikonsumsi.

Zat gizi yang seimbang sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

Gizi seimbang adalah menu makanan lengkap dari berbagai jenis zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan gizi harian.

Advertisement

Panduan Gizi Seimbang

Dalam menyusun menu makanan sehat ini, ada sepuluh pedoman atau pesan gizi seimbang yang dapat diikuti.

Yaitu nikmati dan syukuri beragam makanan, biasakan makan aneka ragam makanan pokok, biasakan makan lauk pauk yang kaya protein.

Advertisement

Banyak makan sayur dan buah-buahan, membatasi makanan asin, manis dan berlemak, pembiasaan sarapan di pagi hari, minum cukup air putih.

Membaca label pada kemasan makanan, melakukan aktivitas fisik secara rutin dan jaga berat badan ideal, serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pedoman empat sehat lima sempurna kemudian diganti dengan gizi seimbang sebagai pedoman kebutuhan gizi harian.

Serta untuk memetakan pembagian porsi makanan pokok, lauk pauk, buah dan sayur untuk sekali makan dengan memakai pendekatan isi piringku yang dilengkapi dengan panduan dalam membiasakan perilaku hidup sehat.

Isi piringku terdiri dari pembagian bahan makanan dalam 1 piring. Yaitu 1/3 makanan pokok, 1/3 sayuran, 1/6 lauk pauk, 1/6 buah-buahan.

Minum air delapan gelas sehari, aktivitas fisik 30 menit per hari, cuci tangan memakai sabun, memantau berat badan.

Serta mengkonsumsi gula empat sendok makan, garam satu sendok makan, dan lemak lima sendok makan.

Isi piringku sangat penting untuk dijadikan pedoman gaya hidup sehat, serta bisa berbeda bagi usia balita dan usia tertentu yang memiliki penyakit penyerta.

Apabila mempunyai tujuan diet tertentu, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli gizi, agar mendapatkan porsi yang sesuai dengan kebutuhan.

Oleh Rizka Fauziyah Nurvidya AMd Gz, Ahli Gizi Rumah Sakit Islam (RSI) Jombang

Advertisement

Artikel Terkait

Jika Alam Tidak Mengenal Sampah, Mengapa Kita Menciptakannya?

Jika Alam Tidak Mengenal Sampah, Mengapa Kita Menciptakannya?

Manusia terbiasa dengan satu pola sederhana: mengambil, menggunakan, lalu membuang. Sesuatu yang tidak lagi dibutuhkan segera kita beri nama “sampah”.

Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara Neng-Ning-Nung-Nang  untuk Kebangkitan Tamansiswa

Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara Neng-Ning-Nung-Nang  untuk Kebangkitan Tamansiswa

Ki Hadjar Dewantara mendirikan Tamansiswa pada 3 Juli 1922 bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan gerakan kebudayaan dan perjuangan bangsa.

Tamu Kehormatan

Tamu Kehormatan

’’BARANG siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.’’ (HR Bukhari dan Muslim). Hadis ini berakar dari kisah Nabi Ibrahim yang kedatangan tamu orang asing di rumahnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer