
Ihdina al-shirath al-mustaqim. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.
Bimbinglah kami selalu melangkah dalam kebenaran, berbuat sesuai syari’ah agama, berperilaku sesuai panduan Islam, melakukan sesuatu atas dasar restu Tuhan, dan seterusnya.
Pokoknya, sak obah-musike menungso beriman itu harus sesuai arahan Tuhan Allah Ta’ala. Peganglah nasihat agama ini erat-erat dan jangan sampai lepas.
Baca Juga: Desa Curahmalang Jombang Siapkan 15 Warga Jadi Peternak Ayam ULU
Andai sampai lepas dari itu, maka manusia pasti terjerembab dalam dekapan Iblis. Jadinya, mereka menjadi budak nafsu dan akan melakukan perbuatan sesuai arahan setan yang terkutuk.
Dan iblis sangat serius menyesatkan manusia. Dengan kelezatan dunia, iblis menawarkan kepada budaknya dengan lembut, manis dan menggoda.
Iming-iming ribuan dolar dan berbagai kemewahan sebagai umpan dan jatuhlah si budak tersebut dalam berbuatan tercela. Padahal mereka berjuluk al-mukarram, kiai, ulama, berjubah, bersorban.
Ketika itu, maka mereka bukan lagi sebagai ulama Tuhan, melainkan lebih cocok disebut sebagai ‘ulama setan.
Lha terus. kiai-kiai anggota Ahlul Halli wa al-‘Aqdi pada Muktamar NU kemarin, yang dikabarkan menerima uang ribuan dolar demi terpilhnya Rais Am, itu kiai macam apa..?
Ulama’ macam apa..? Ulamanya siapa? Ulamanya Tuhan atau ulamanya setan..? Allah a’lam.
Lha terus, Ra’is Am NU yang terpilih kemarin itu Rais ‘Am pilihan Tuhan atau pilihan setan..? Jawabannya: Allah a’lam.



