
Senin (14/9) di Masjid At-Taibin, Dusun Juwet, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Ustaz Zaenal Ma'arif Al-Hakim selaku kepala SMK Unggulan NU Mojoagung menyampaikan pentingnya keberkahan ilmu.
’’Ilmu itu yang penting barokah. Walaupun ilmu kita sedikit tapi kalau barokah, maka kita akan menjadi orang yang bermanfaat,’’ tuturnya.
Sayid Muhammad bin Alawi Alamiliki mengatakan; Melekatnya ilmu dapat diperoleh dengan cara muzakarah, belajar/murojaah).
Baca Juga: RSUD Jombang Gelar Lomba Tari, Bidik Inovasi Pelayanan
Barokahnya ilmu dapat diraih dengan cara berkhidmah mengabdi. Sedangkan manfaatnya ilmu dapat diperoleh dengan adanya rida dari guru.
Rida Allah tergantung rida orang tua. Murka Allah tergantung murka orang tua.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tua kita ada tiga. Yang melahirkan yakni orang tua kandung. Yang mengajar yakni bapak ibu guru. Serta yang menikahkan kita dengan anaknya yakni mertua.
Karena itu kita jangan sampai menyakiti guru. Nabi bersabda; Orang yang menyakiti guru akan diuji dengan tiga hal. Hilang hafalannya.
Lisannya tidak mampu menyampaikan ilmu. Serta fakir jelang wafatnya.
Saking pentingnya rida guru, Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata; Aku budak dari orang yang mengajariku walau satu huruf.
Ini mengajarkan bahwa keridaan dan rasa hormat kepada guru merupakan pintu utama dibukanya kran keberkahan ilmu dalam kehidupan.



