
Kamis (15/10) di MTsN 2 Jombang PP Darul 'Ulum, Rejoso, Peterongan, digelar halaqah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. HM Makhi MPdI selaku kepala madrasah menjelaskan tujuannya.
’’Halaqah ini digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional agar para santri tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan seksual,’’ tuturnya.
Beliau juga berpesan agar para siswa membiasakan akhlak yang baik.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jombang Ketambahan 60 SDM, Guru Bantu Dipulangkan
’’Menjadi santri tidak hanya belajar tentang agama, melainkan belajar berkehidupan luhur yang membawa perubahan positif pada negeri,’’ terangnya.
Para peserta diberi kesempatan menyampaikan pendapat dan pengalamannya di madrasah dan pesantren.
Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) Jombang, Dr Begum Fauziyah, selaku narasumber, memberi banyak ilmu dan wawasan untuk mencegah perundungan di pesantren.
’’Agar tidak menjadi korban kekerasan, kuncinya 3M; Mengenali, Mencegah dan Melaporkan,’’ ucapnya.
Bagian tubuh yang ditutup tidak boleh disentuh orang lain. Jika disentuh kita harus menghindar dan melaporkan kepada guru, pembina, maupun pengasuh.
Halaqah dibuka oleh Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik. Beliau berpesan agar para santri saling menghormati.
’’Orang yang mengganggu, mengusik dan merusak orang lain, maka ilmunya tidak barokah,’’ tuturnya.



