ALAM TARA.. apa kamu belum mengerti..?
Pertanyaan yang syarat makna. Bisa jadi, seseorang memang benar-benar belum mengerti.
Atau sudah mengerti, tapi lupa, atau pura-pura tidak mengerti atau memang tidak mau mengerti. Dari sekian dimensi tersebut, tentu penanganannya beda-beda.
Lebih mudah membangunkan orang yang benar-benar tidur ketimbang membangunkan orang yang pura-pura tidur.
Surah yang diawali dengan bentuk istifham (pertanyaan) pasti mengisyaratkan saking pentingnya pesan yang dikandung.
Pendengar digiring meresapi peristiwa atau drama yang terjadi.
Kaif fa’ala rabbuk bi ashab al-fil. Disuruh memahami tindakan Tuhan kala menghajar tentara gajah.
Apa hikmahnya..? Kata kerja fa’ala, secara umum artinya berbuat.
Tapi jika muta’addi (gandeng) dengan huruf Ba’, maka maknanya: merusak, menghancurkan.
A’anta fa’alta hadza bi alihatina ya Ibrahim” (al-Anbiya’: 62). Nabi Ibrahim alaihissalam menghancurkan berhala.
Digunakan kata Rabb pada ayat ini untuk menyesuaikan peran Tuhan sebagai Dzat yang Maha Mengatur, mengatasi kasus besar yang membahayakan eksistensi agama.
Baca Juga: Tafsir Aktual: Kafir (1)
Kakbah adalah rumah pertama yang didirkan di atas bumi dengan hikmah sebagai qiyama li al-nas, sebagai pundi dan sumber kehidupan dunia.
Perdagangan dan transaksi berjalan terus dan ramai terus gara-gara ada Kakbah.
Tidak hanya penduduk domistik yang menikmati hikmah Kakbah, bahkan masyarakat luar negeri.
Ada syari’ah umrah saja, dunia bisa mengais rezeki.
Banyak travel dan jasa perjalanan. Apalagi musim haji. Kakbah tak pernah tidur walau sebentar.
Inilah yang menjadikan para pendeta sumpek and judeg memikirkan syiar Kakbah, dibanding dengan Vatikan yang sak krempeyang saat misa agung.
Lalu buyar dan sepi lagi. Padalah pemeluk Kristen paling banyak di dunia.
Lihat pernyataan asosiasi pilot di negara Eropa, utamanya Inggris.
’’Mereka bersyukur ada Kakbah, sehingga volume penerbangan ke Arab Saudi banyak dan ramai. Itu rezeki tersendiri. Andai tidak ada ini, maka penghasilan kami berkurang.’’
Andai pemeluk agama Kristen berpikir lebih lanjut, kiranya bisa menemukan: ’’Sesungguhnya agama mana yang konsep aslinya dari langit’’.
Seorang filosufis berikrar: ’’Sesungguhnya agama itu ya Islam, lainnya hanya pesan moral’’.
Hanya Islam yang mempunyai konsep kehidupan yang sangat komplet dan sempurna. Bahkan hingga tembus ke konsep alam akhirat.
Semua lini kehidupan diatur. Ada konsep kenegaraan. Hubungan internasional.
Ada konsep sosial, ada etika, ada konsep ekonomi termasuk aturan bertransaksi.
Ada panduan pernikahan bahkan hingga minstruasi dan tata krama bersenggama.
Apalagi soal beribadah. Baik ibadah langsung kepada Allah Ta’ala (mubasyirah) maupun yang tidak (ghair mubasyirah). (*)
Penulis:
KH Mustain Syafii, Mudir PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz