JombangBanget.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Jombang berpotensi dilanda cuaca ekstrem dalam tujuh hari ke depan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengimbau warga untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan.
”BMKG memprediksi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Kami minta masyarakat waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan wilayah yang banyak pohon besar,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Minggu (14/9).
Cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan banjir, genangan, tanah longsor, serta pohon tumbang.
Warga diminta untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin.
Pihaknya juga menyiagakan personel di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta relawan kebencanaan.
”Jika terjadi situasi darurat, seperti banjir atau pohon tumbang, masyarakat bisa segera melapor ke posko terdekat atau call center BPBD. Respons cepat sangat dibutuhkan agar penanganan bisa segera dilakukan,” imbuh dia.
Sejumlah wilayah rawan banjir berada di Kecamatan Mojoagung, Bandarkedungmulyo, dan Kecamatan Ploso.
Sementara potensi tanah longsor berada di Kecamatan Wonosalam, serta ancaman pohon tumbang banyak ditemukan di wilayah perkotaan dengan pepohonan besar di pinggir jalan.
BPBD juga meminta masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan memangkas ranting pohon yang terlalu rimbun.
”Kita bisa mencegah dampak lebih besar dengan langkah sederhana. Kewaspadaan dan gotong royong menjadi kunci menghadapi potensi bencana ini,” pungkas Wiku. (yan/fid)
Editor : Ainul Hafidz