
JombangBanget.id – Evi Kharisma Azhari atau Vikha memilih jalan karier berbeda setelah menyelesaikan pendidikan PGSD di Universitas Trunojoyo Madura.
Alih-alih menjadi guru, perempuan asal Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang, ini merantau ke Jepang untuk bekerja di sektor industri sebelum akhirnya beralih ke bidang pelayanan perawatan penyandang disabilitas.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Vikha mengaku mempertimbangkan kondisi ekonomi ketika mulai mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: Terkendala Kerja, 114 Peserta TKA Kesetaraan di Jombang Absen
Meski profesi guru memiliki nilai pengabdian tersendiri, dia merasa penghasilan yang diperoleh belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
’’Ilmu dan pahala tentu dapat sebagai guru. Tapi secara ekonomi, kurang kalau cuma segitu. Akhirnya saya memutuskan berangkat ke Jepang,’’ tuturnya.
Perjalanan Vikha ke Negeri Sakura dimulai sejak 2023. Saat itu, dia masih menyelesaikan skripsi di bangku kuliah.
Sambil mengerjakan tugas akhir, dia mengikuti pendidikan di lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk mempersiapkan diri bekerja di Jepang.
Baca Juga: Student Journalism: Tiga Tanda Munafik
Akhir Agustus 2023, dia mulai belajar bahasa Jepang. Kesempatan kerja pun datang setelah mengikuti wawancara pada November tahun yang sama.
Menariknya, Vikha berangkat menggunakan ijazah SMA karena saat proses perekrutan berlangsung, dirinya belum dinyatakan lulus kuliah. Dia baru menjalani wisuda pada 2024.
Hanya berselang sekitar dua minggu setelah wisuda, dia langsung terbang ke Jepang pada Maret 2024.



