JombangBanget.id - Penurunan debit mata air saat musim kemarau menjadi salah satu persoalan di Bukit Sintok, Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang yang berada di kawasan Tahura Raden Soerjo.
Kondisi itu membuat sejumlah tanaman mengering bahkan mati sehingga kegiatan pelestarian terus dilakukan.
Ketua Explore Wonosalam, Zainuddin, mengatakan, berbagai kegiatan pelestarian alam terus dilakukan, salah satunya dengan menjaga ekosistem di kawasan tersebut.
Baca Juga: FRMJ Dirikan Tenda, Siap Bermalam di Depan Kantor Pemkab Jombang
”Saat ini langkah kami memang menanam bibit pohon,’’ ujar dia.
Bagi Udin, upaya tersebut bukan hanya tentang menambah jumlah pohon. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Terlebih, dampak kerusakan lingkungan bisa dirasakan secara langsung ketika musim kemarau tiba.
Salah satunya terlihat dari berkurangnya debit mata air.
Baca Juga: Auliya Octaviani, Ibu Empat Anak yang Masih Mengejar Cita-Cita Lanjut S2
”Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut membantu menjaga kelestarian alam,” tuturnya.
Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa menjaga kawasan hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab komunitas pecinta alam.
Masyarakat secara luas juga memiliki peran yang sama.
”Karena di musim kemarau seperti ini rata-rata debit dari mata air menurun,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz