Bukit Sintok Wonosalam Jombang Terancam Kebakaran, Ini Upayanya

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:33 WIB
Bukit Sintok di kawasan Tahura Raden Soerjo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
Bukit Sintok di kawasan Tahura Raden Soerjo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Sejumlah lahan di Bukit Sintok, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang, membutuhkan rehabilitasi dan menghadapi ancaman kebakaran saat kemarau.

Sehingga Explore Wonosalam menyiapkan bibit iprik dan karet kebo untuk penghijauan.

Di balik panorama hijaunya, kawasan tersebut juga menyimpan persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian, yakni lahan kritis yang perlahan kehilangan tutupan vegetasinya.

Baca Juga: FRMJ Dirikan Tenda, Siap Bermalam di Depan Kantor Pemkab Jombang

Kondisi sejumlah lahan yang masuk kategori kritis mendorong komunitas pecinta alam Explore Wonosalam turun tangan. Mereka melakukan rehabilitasi dengan menyiapkan dan menanam bibit pohon di kawasan tersebut.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyongsong musim hujan. Bibit tanaman disiapkan agar bisa segera dikembangkan ketika kondisi cuaca mulai mendukung.

Ketua Explore Wonosalam, Zainuddin, 44, mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon bukan kali pertama dilakukan.

Sebelumnya, komunitas yang berdiri sejak 2017 itu telah menanam berbagai jenis pohon di kawasan Bukit Sintok setiap tahunnya.

Baca Juga: Daur Ulang Jadi Kreasi, Pawai Budaya Denanyar Jombang Makin Meriah

Dari tanaman yang sudah ditanam sejak sekitar 2020 hingga 2021, pihaknya kemudian melihat ada beberapa jenis pohon yang ternyata lebih cocok tumbuh di kawasan tersebut.

”Kegiatan persiapan untuk menyongsong musim hujan, kita mencoba bereksperimen tanaman yang kita tanam sekitar tahun 2020, 2021 iku kan sudah besar-besar,” ujar pria yang akrab disapa Udin tersebut.

Dari pengamatan itu, terdapat dua jenis tanaman yang dinilai paling sesuai. Yakni iprik dan karet kebo atau yang biasa disebut bulu kumbang.

Keduanya kemudian dikembangkan kembali dengan cara dicangkok.

”Yang cocok di lahan itu memang iprik sama bulu kumbang. Nah, itu kita kembangkan di lokasi dengan dicangkok,” katanya.

Menurut Udin, tanaman yang sebelumnya telah ditanam kini sudah tumbuh cukup besar.

Baca Juga: Auliya Octaviani, Ibu Empat Anak yang Masih Mengejar Cita-Cita Lanjut S2

Karena dinilai cocok dengan kondisi kawasan, jenis tersebut kembali dikembangkan untuk memperluas tutupan vegetasi di lahan yang membutuhkan rehabilitasi.

Bukit Sintok sendiri merupakan bagian dari kawasan Tahura Raden Soerjo. Lokasinya berada di wilayah Desa Panglungan dan dapat diakses melalui dua jalur, yakni dari Dusun Dampak maupun Dusun Mendiro.

Upaya penghijauan menjadi semakin penting karena kawasan tersebut juga menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.

Karena itu, selain menyiapkan bibit untuk musim penghujan, anggota komunitas juga turut memantau kondisi kawasan.

Baca Juga: Profil Auliya Octaviani, Pernah Tak Betah di Pondok, Kini Jadi Guru di Jombang

”Memang rawan kebakaran. Kita datang sambil menyiapkan bibit untuk musim hujan tahun ini kan sambil memantau kebakaran,” jelasnya.

Beruntung, hingga kini kondisi kawasan masih aman. Kesadaran masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan juga dinilai semakin baik.

”Aman, alhamdulillah aman. Masyarakat malah sadar,” pungkas Udin. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
bukit sintok kebakaran Wonosalam Jombang