Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tradisi Wiwit Kopi, Cara Warga Kampung Adat Segunung Wonosalam Jombang Sambut Panen Raya, Begini Keseruannya

Dwi Aris Supriyanto • Kamis, 19 Juni 2025 | 15:43 WIB
PANEN KOPI: Ketua Kampung Adat Segunung, Jombang, Supi
PANEN KOPI: Ketua Kampung Adat Segunung, Jombang, Supi

JombangBanget,id – Warga Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Jombang menjunjung tinggi tradisi yang diwariskan dari para leluhur.

Setiap menjelang masa panen, mereka kompak menggelar ritual wiwit kopi dan sedekah bumi.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas berkah hasil bumi yang melimpah sekaligus perwujudan dari pelestarian budaya lokal.

Rangkaian acara dimulai dari prosesi doa di tengah perkebunan kopi milik warga oleh pemangku adat.

Ritual ini menandai dimulainya masa panen kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah Wonosalam.

Sebagian hasil panen kemudian dikumpulkan dan diarak keliling kampung sebagai bagian dari sedekah bumi, termasuk gunungan berisi hasil bumi dan aneka jajanan pasar diarak menuju Balai Ageng Giri Kedaton Kampung Adat Segunung.

Setibanya di sana, warga menggelar doa bersama. Usai prosesi, gunungan hasil bumi menjadi rebutan gratis ratusan warga dan pengunjung yang hadir dari berbagai daerah yang berharap keberkahan.

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tradisional.

Tradisi tahunan ini kerap menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kearifan lokal di dataran tinggi Wonosalam.

Ketua Kampung Adat Segunung Supi'i mengatakan, wiwit kopi dan sedekah bumi merupakan tradisi yang sudah berjalan turun-temurun sejak dulu.

Wiwitan merupakan bentuk tradisi saat awal musim panen bagi para petani di sini, namun karena mayoritas para warga sekarang lebih banyak menanam kopi jadi lebih identik disebut wiwit kopi,” terangnya.

Baca Juga: Secangkir Kopi Kenangan

Supi’i menambahkan jika tradisi wiwit kopi dan sedekah bumi yang dilakukan masyarakat Kampung Adat Segunung dilaksanakan secara swadaya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah setiap tahunnya.

”Harapannya supaya para petani dan seluruh warga kampung adat diberikan kesehatan dan kelancaran serta memohon keberkahan, selain itu dengan diadakannya acara menjadi perwujudan guyubnya warga kami,” pungkasnya. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#carangwulung #wonderland wonosalam #Kampung adat segunung #wiwit kopi #Wonosalam #Jombang #Kopi #panen raya kopi #kopi wonosalam #tradisi