JombangBanget.id - Kecamatan Wonosalam, Jombang terkenal dengan panorama alamnya yang indah.
Wonosalam ini terletak di kaki Gunung Anjasmoro dengan ketinggian rata-rata 500-600 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Potensi ini dimanfaatkan Pemerintah Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam untuk mengembangan wisata hiking track alias jalur pendakian dengan menyusuri kawasan perbukitan, sungai serta mengenalkan potensi perkebunan.
Kepala Desa Jarak Agus Darminto mengatakan, wisata tersebut diadakan untuk meningkatkan pengembangan wisata di Desa Jarak.
”Dalam wisata ini nanti pendaki akan menikmati panorama alam, hingga potensi perkebunan di desa kami,” ujar dia.
Pengunjung wisata ini akan menikmati keseruan menyusuri rute dengan medan yang menantang selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi terkait aneka ragam potensi tanaman perkebunan yang dikembangkan di Kecamatan Wonosalam, khususnya Desa Jarak.
Rute dimulai dari Bukit Pecaringan, kemudian berjalan menyusuri jalan setapak melewati Watu Lumbung, sebuah batu besar yang ada di balik bukit.
Perjalanan dilanjutkan menyusuri tepi sungai, melalui hutan sengon, melintasi ladang jagung, menyeberang sungai, lalu kembali ke Bukit Pecaringan.
Sepanjang rute, pandangan pengunjung akan dihibur dengan deretan pohon durian, serta manggis yang kini mulai berbuah.
”Ke depan kami akan kembangkan untuk pendaki bisa memetik manggis,’’ tambahnya.
Ada beberapa rute yang ditawarkan. Namun, karena baru dibuka, pihaknya baru membuka satu rute jarak pendek sejauh 2 kilometer (km).
”Hari ini kita masih uji coba. Ke depan akan kita kembangkan lebih luas lagi,” papar dia.
Agus mengungkapkan, wisata desa tersebut akan dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yakni salah satu unit dalam BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).
Saat ini, pihaknya juga masih membahas besaran tiket untuk pengunjung nantinya.
”Harga tiket masih kita bicarakan bersama pokdarwis, termasuk pengembangan wisata ke depan,” pungkasnya.
Cocok untuk Refreshing
Bagi sebagian pengunjung, jalur treking di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam cukup seru dan menantang.
Pengunjung tak hanya ditantang melewati jalan sempit dan terjal, namun juga harus tangkas melewati setiap rintangan sepanjang jalan.
Priscilla Allodya Mintalangi, 21, salah satu pengunjung mengatakan, dirinya tertantang mengikuti jalur pendakian karena rute yang menantang.
”Tadi sempat menuruni bukit, kemudian lihat Watu Lumbung,’’ ujar pengunjung asal Surabaya ini.
Ia menceritakan, sepanjang perjalanan dirinya bersama rekan-rekan sekampus lainnya tak hanya disuguhkan panorama alam yang indah, namun juga belajar mengenal potensi komoditas perkebunan.
”Tadi kami juga melihat pohon coklat. Ini merupakan pengalaman berharga bagi kami yang notabene dari kota,’’ tambah mahasiswi UK Petra Surabaya ini.
Dijelaskan, sepanjang rute menyusuri jalur pendakian, dirinya juga ditemani guide.
Sehingga, pendaki tak perlu takut tersesat atau mengalami kendala saat di jalan.
”Ada pemandu jalan, jadi aman,’’ pungkasnya. (ang/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz