JombangBanget.id – Menjadi wanita yang bekerja bukan sekadar tentang mengejar karier.
Bagi Siska Puspitasari, S.ST., M.M., bekerja juga menjadi jalan untuk mengembangkan potensi, memperluas kemampuan, dan membuktikan wanita mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Prinsip itulah yang dipegangnya sejak menempuh pendidikan hingga kini mengemban amanah di Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.
Perempuan asal Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, ini mengawali perjalanan pendidikannya dengan menempuh sekolah di SDN Pesantren, Kecamatan Tembelang.
Baca Juga: Profil Albarian Risto Gunarto, ASN Jombang dengan Segudang Pengalaman
Dia kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Tembelang dan SMAN 2 Jombang.
Selepas SMA, Siska bertekad melanjutkan pendidikan melalui jalur ikatan dinas. Semula, dia ingin masuk Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).
Namun, setelah tidak berhasil lolos, dia mengalihkan pilihan ke Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), yang kini dikenal sebagai Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD), Bekasi.
Baca Juga: Profil Luluil Maknun, Dari Guru hingga KTU Madrasah di Jombang
Pilihan itu mengantarkannya menempuh pendidikan Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada 2006 hingga lulus pada 2009.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan Diploma IV Transportasi Darat. Jalur ikatan dinas menjadi pertimbangan utama karena membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
”Awalnya ingin ke STPDN, cuma gagal. Akhirnya saya ke STTD. Yang pertama karena ikatan dinas,” kenangnya.
Menempuh pendidikan ikatan dinas berarti harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan instansi.
Konsekuensi itu dijalani Siska setelah lulus pada 2009. Dia ditempatkan di lingkungan STTD, Bekasi, dan bertugas di sana hingga 2013.
Pada tahun yang sama, Siska pindah ke Jombang dan bergabung dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Profil Ketut Aditya Rahardja, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ploso Jombang
Keputusan itu diambil setelah menikah, agar bisa lebih dekat dengan keluarga. ”Karena saat itu memang menikah, dan ingin lebih dekat dengan keluarga,” jelasnya.
Di lingkungan Dishub Jombang, Siska mengawali karier sebagai staf bagian perencanaan dan program.
Seiring waktu, kepercayaan dan tanggung jawab yang diembannya terus bertambah.
Baca Juga: Profil Yusuf Nurdiawan, Dari Atlet Cilik hingga Guru Berprestasi Jombang
Dia sempat menjabat kepala subbagian perencanaan dan program, kemudian kepala seksi pengendalian operasional lalu lintas.
Kini, dia mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
Perjalanan karier tersebut tidak membuat Siska berhenti mengembangkan diri.
Dia melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.
Baginya, pendidikan menjadi salah satu cara untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan, bekal penting bagi perempuan untuk terus bertumbuh di dunia profesional.
Pengalaman menempuh pendidikan, membangun karier, dan menjalani kehidupan berkeluarga semakin menguatkan pandangannya tentang arti kemandirian perempuan.
Menurut dia, perempuan perlu memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Baca Juga: Profil Rossy Heriancy, Dokter Bedah RSUD Ploso Jombang Sekaligus Dosen
Bekerja bukan semata-mata menjalankan profesi, melainkan juga upaya membangun kemampuan diri agar tidak selalu bergantung pada orang lain.
”Perempuan bekerja itu penting. Intinya kita bisa mandiri, tidak bergantung dengan laki-laki, dan bisa mengembangkan kemampuan,” tuturnya.
Bagi Siska, perempuan dan laki-laki semestinya memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan maupun membangun karier.
Baca Juga: Profil Dwi Rizki Wulandari, Dari Dokter hingga Pimpin Rumah Sakit di Jombang
Perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi di ranah profesional sekaligus tetap menjalankan peran dalam keluarga.
Dua peran tersebut tentu membutuhkan keseimbangan. Menjadi perempuan bekerja sekaligus ibu rumah tangga menuntut kemampuan mengatur waktu dan membagi tanggung jawab.
Dalam menjalani keseharian, dukungan suami menjadi hal yang disyukurinya. Namun, dia juga menyadari bahwa setiap peran membutuhkan komitmen dan pengelolaan yang baik.
”Alhamdulillah suami mendukung. Cuma memang harus bisa membagi tugas antara ibu bekerja dengan ibu untuk keluarga,” ujarnya.
Dalam pekerjaan, Siska berpegang pada prinsip sederhana: menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), menaati aturan, serta menuntaskan tanggung jawab yang diemban.
Baginya, profesionalisme dan komitmen merupakan bagian penting dalam perjalanan karier. (wen/naz)
Editor : Achmad RW