JombangBanget.id - dr Ketut Aditya Rahardja SpPD, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ploso, Jombang menyebut peran aktif pasien menjadi salah satu kunci keberhasilan pengobatan.
Mulai dari mengikuti anjuran dokter hingga rutin mengonsumsi obat sesuai ketentuan.
Menurutnya, kesembuhan tidak semata-mata berasal dari dokter yang hebat. Pasien harus ikut berjuang, mulai dari datang berobat, mengikuti saran dokter, hingga mengonsumsi obat sesuai anjuran.
Baca Juga: Profil Ketut Aditya Rahardja, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Ploso Jombang
”Kesembuhan pasien bukan berasal dari dokter yang hebat, tapi dari diri pasien itu sendiri,” katanya.
Karena itu, dia menempatkan kepercayaan atau trust sebagai bagian penting dalam hubungan dokter dan pasien.
Kepercayaan, menurutnya, tidak muncul begitu saja. Dokter perlu membangunnya melalui komunikasi yang tulus dan jujur.
”Itu kenapa komunikasi menjadi hal yang penting bagi saya,” imbuhnya.
Baca Juga: Firosyat Abdu Resmi Jabat Kades Antar-Waktu Menturus Jombang, Bawa Komitmen Transparansi
Pandangan itu pula yang membuat Ketut memberi perhatian pada komunikasi selama memberikan pelayanan. Ia ingin pasien memahami penyakit yang diderita.
”Sekaligus mengetahui rencana pengobatan yang akan dijalani,” ujarnya.
Bahkan, dia sempat membuat batasan kuota pasien setiap hari agar komunikasi dengan pasien tidak berlangsung terburu-buru.
Di luar rumah sakit, sosok Ketut tak jauh dari kehidupan keluarga. Akhir pekan menjadi waktu yang paling banyak digunakan untuk mengisi waktu luang.
Bukan dengan kegiatan yang rumit, melainkan bermain bersama anak perempuannya.
”Waktu luang saya kebanyakan di weekend, dan itu saya habiskan untuk bermain game bersama anak saya, she is a great gamer,” ujarnya sembari bercanda.
Putrinya masih sangat kecil. Namun, Ketut sudah mulai menanamkan nilai yang dianggap penting dalam kehidupan keluarga, yakni kejujuran.
Baca Juga: Baru Ditempati, 45 Lapak Pasar Buah Ploso Jombang Kosong
Dia berusaha menjadikan rumah sebagai ruang yang aman dan nyaman agar anak tidak takut berkata jujur.
Baginya, anak perlu merasa aman untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.
’’Saat ini anak perempuan saya masih kecil sekali, tapi saya selalu menekankan tentang kejujuran,’’ ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz