JombangBanget.id – dr Ketut Aditya Rahardja SpPD kini bertugas sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Ploso, Jombang.
Setelah menempuh perjalanan profesi yang membawanya mengabdi sebagai dokter umum pertama di pelosok Flores 2018-2019.
Ketut lahir di Cirebon, Jawa Barat, 1991. Meski memiliki nama identik Bali, kelahirannya di Cirebon tidak lepas dari pekerjaan kedua orang tuanya yang saat itu bekerja di Bank Indonesia.
Baca Juga: Firosyat Abdu Resmi Jabat Kades Antar-Waktu Menturus Jombang, Bawa Komitmen Transparansi
’’Memang nama Bali, tapi saya lahir di Cirebon, Jawa Barat. Orang tua saya dulu bekerja di Bank Indonesia, sering mutasi tiap tiga sampai empat tahun,’’ katanya.
Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya 2009. Setelah menyelesaikan pendidikan, dia menjalani program dokter internship atau masa praktik bagi dokter yang menyelesaikan pendidikan kedokteran untuk mendapatkan pengalaman pelayanan medis secara langsung.
Dia menjalani program itu di RSU Kaliwates, Jember 2017-2018.
Pengalaman itu kemudian membawanya ke wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Pada 2018-2019, Ketut mendapat kepercayaan Dinkes Kabupaten Ngada untuk menjadi dokter umum pertama di Puskesmas Lindi, Flores, NTT.
Baca Juga: Baru Ditempati, 45 Lapak Pasar Buah Ploso Jombang Kosong
Puskesmas itu berada di daerah yang sangat terpencil.
”Saat bertugas di sana, saya harus menghadapi kondisi tanpa akses jalan beraspal, tanpa listrik, bahkan tanpa sinyal telepon seluler,” ujarnya.
Pengalaman itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya sebagai dokter. Dia menyebut masa bertugas di Flores sebagai pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.
”Sebuah pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya.
Setelah menjalani pengabdian di Flores, Ketut melanjutkan pendidikan. Pada 2020, ia menempuh Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Brawijaya, Malang.
Di tengah perjalanan akademik dan profesinya, Ketut juga menorehkan prestasi.
Pada 2022, ia meraih Juara 1 Olimpiade World Lupus Day yang diselenggarakan Perhimpunan Reumatologi Indonesia.
Baca Juga: Gerai Ayam di Mojoagung Jombang Terbakar, Kerugian Rp 20 Juta
Jombang kemudian menjadi tempat Ketut menetap. Sejak 2018, ia berdomisili di Jombang kota setelah menikah dengan dr Talita Nandia SpOG, seorang dokter spesialis kandungan di Jombang.
Sejak 2025, Ketut menjalankan tugas sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Ploso.
Pada tahun yang sama ia juga dipercaya menjadi Tim Teknis Kendali Mutu Kendali Biaya BPJS Mojokerto-Jombang.
Berbagai pengalaman turut membentuk cara Ketut memandang profesinya.
Baca Juga: Ponpes Al Hikmah Jombang Terbakar, Api Lahap Dua Lantai
Baginya, menjadi dokter tidak hanya berkaitan dengan mendiagnosis penyakit dan menentukan pengobatan. Hubungan dan komunikasi dengan pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan.
”Prinsip penting dalam hubungan dokter dan pasien bagi saya adalah komunikasi,” tuturnya.
Ketut ingin pasien dan keluarga pasien memahami penyakit yang diderita sekaligus mengetahui rencana pengobatan ke depannya.
Karena itu, ia sempat membuat batasan kuota pasien setiap hari agar waktu berkomunikasi dengan pasien tidak terburu-buru.
”Saya ingin setiap pasien memiliki kesempatan untuk memahami kondisi yang dialami, termasuk mengetahui langkah pengobatan yang akan dijalani,” terangnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz