Dari Guru SPK, Dr Anis Satus Syarifah Kini Jadi Penggerak Akademik STIKES Pemkab Jombang

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:40 WIB
TELADAN: Wakil Ketua I STIKES PEMKAB Jombang, Dr Anis Satus Syarifah SKep Ns MKes. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
TELADAN: Wakil Ketua I STIKES PEMKAB Jombang, Dr Anis Satus Syarifah SKep Ns MKes. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Dari guru SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) Pemerintah Kabupaten Jombang, Dr Anis Satus Syarifah SKep Ns MKes kini menjadi Wakil Ketua I STIKES PEMKAB Jombang.

Lebih dari tiga dekade berkecimpung di dunia pendidikan kesehatan membuatnya memahami perjalanan institusi sekaligus tantangan dalam meningkatkan mutu akademik dan kualitas lulusan.

Cita-cita kecilnya menjadi dokter. Bahkan, ia sempat mengikuti seleksi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Baca Juga: Truk Muatan Ikan Tabrak Belakang Tronton Pakan Ternak di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Tewas

Namun, perjalanan hidup membawanya ke jalur yang tidak kalah bermakna, yakni menjadi pendidik dan akademisi di bidang keperawatan.

Lahir dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang guru dan ibu petani, Anis tumbuh dengan semangat belajar yang kuat.

Pendidikannya mulai dari SDN Kedungmlati, SMPN Kesamben 1, hingga SMAN Kesamben.

Kemudian masuk ngikuti seleksi perguruan tinggi. Pilihan pertama, Fakultas Kedokteran Unair. Kedua, Akademi Keperawatan (AKPER) dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Irigasi Rp 100 Juta Dibangun, Petani di Sumberagung Jombang Tak Lagi Cemas

Ia diterima di AKPER dr Soetomo dan lulus 1991. Ini menjadi pintu masuk bagi perjalanan panjangnya sebagai tenaga pendidik kesehatan.

Menariknya, langkah tersebut bermula dari sebuah peristiwa sederhana yang tidak pernah ia bayangkan.

Selepas AKPER, Anis berencana melamar pekerjaan di RSUD Jombang.

Namun, ketika mengantarkan lamaran, ia justru salah memasuki ruangan dan bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Dari pertemuan yang tidak disengaja tersebut, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi guru di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Pemerintah Kabupaten Jombang.

Peristiwa tersebut menjadi titik awal pengabdian Anis sebagai pendidik. Pada 1991–1999, ia mengabdi sebagai Guru SPK Pemerintah Kabupaten Jombang.

Baca Juga: RALB KPRI Sejahtera Jombang Belum Jelas, Audit Masih Cari KAP

Setelah sembilan tahun mengajar, perjalanan kariernya berlanjut sebagai dosen AKPER Pemkab Jombang pada 1999–2006.

Sejak 2006 hingga sekarang, ia melanjutkan pengabdian sebagai dosen di STIKES PEMKAB Jombang.

Anis juga terus memperkuat kapasitas akademiknya. Ia melanjutkan pendidikan S1 dan Profesi Ners di Unair. Kemudian S2 Kedokteran Dasar Unair pada 2005–2007 dengan bidang ilmu keperawatan reproduksi.

Dia menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Kedokteran Unair pada 2017–2021.

Menapaki Amanah Kepemimpinan

Anis mendapat berbagai amanah kepemimpinan di lingkungan STIKES PEMKAB Jombang.

Pada 2010–2017, dia menjabat Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners.

Ia berkontribusi dalam pengembangan program studi, tata kelola pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan kualitas lulusan profesi Ners.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut pada bidang tata kelola institusi.

Pada 13 Juni 2022 hingga 10 Desember 2023, dia dipercaya sebagai Wakil Ketua II Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan. 

Amanah ini memberinya ruang yang lebih luas untuk berkontribusi dalam penguatan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, serta pengelolaan keuangan yang mendukung keberlanjutan institusi.

Baca Juga: 31 Tahun Jualan di PCN Jombang, Pedagang Ini Menunggu Pasarnya Ramai Lagi

Sejak 11 Desember 2023 hingga saat ini, Anis kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Fokus pengabdiannya kembali bersentuhan langsung dengan inti penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Mulai dari penguatan sistem akademik, peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), hingga pengembangan prestasi dan layanan kemahasiswaan.

Perjalanan tersebut menunjukkan, kepemimpinan bagi Anis bukan sekadar tentang posisi.

Melainkan tentang kesediaan untuk mengambil tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik sesuai kebutuhan institusi.

Tetap Mengajar dan Berkarya

Meski telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor dan dipercaya menduduki posisi strategis di institusi.

Anis tetap menjaga kedekatannya dengan dunia akademik. Ia masih aktif mengajar di kelas. Memberikan bimbingan di laboratorium. Mendampingi mahasiswa dalam praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas. Serta terus terlibat dalam kegiatan penelitian.

Baginya, menjadi pendidik bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi merupakan amanah yang memiliki dimensi moral dan spiritual.

’’Kontrak kerja kita itu tidak hanya dengan institusi, tapi kontrak kita dengan Yang Kuasa,’’ ujarnya.

Baca Juga: 209.646 KPM Jombang Dapat Bantuan 30 Kg Beras, Disalurkan Tiga Bulan Sekaligus

Prinsip tersebut menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian.

Bekerja, menurutnya, bukan hanya tentang memenuhi kewajiban atau menjalankan rutinitas, tetapi tentang memberikan sesuatu yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komitmen tersebut juga tercermin dari produktivitasnya dalam bidang akademik.

Dr Anis aktif melakukan penelitian, menulis karya ilmiah, serta menghasilkan buku dan book chapter di bidang keperawatan dan kesehatan. Karya-karyanya mencakup berbagai topik.

Antara lain keperawatan, kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta biomedik.

Penelitiannya mengenai hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswa keperawatan telah dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Muhammadiyah pada 2025. Ia juga menghasilkan sejumlah buku dan book chapter.

Di antaranya Buku Ajar Manajemen Keperawatan, Efek Timbal (Pb) pada Enzym Scavenger, Perkembangan Metode Kontrasepsi Masa Kini, Kesehatan Reproduksi Remaja dan Napza, Organ Reproduksi Wanita, serta Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan Komplikasi Kehamilan.

Bagi Dr Anis, perjalanan dari seorang lulusan AKPER hingga menjadi dosen, pemimpin akademik, dan doktor bukanlah sesuatu yang dirancang secara sempurna sejak awal. Semuanya dijalani tahap demi tahap.

’’Kita lalui seperti air mengalir,’’ ucapnya.

Baca Juga: UNWAHA Ubah Kotoran Sapi Jadi Biobriket di Wonosalam Jombang

Namun, di balik perjalanan tersebut, ada keyakinan yang terus dipegangnya: Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan meninggalkan hasil dan pertanggungjawaban.

’’Apa pun yang kita lakukan pasti akan kita petik hasilnya kelak. Apakah itu baik atau kecil, pasti akan ada balasannya,’’ terangnya.

Baginya, perjalanan pengabdian bukan tentang seberapa tinggi posisi yang pernah dipercayakan. Melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan.

Dari ruang kelas, laboratorium, program studi, hingga pengelolaan institusi, setiap tahap menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan kesehatan.

Sebab pada akhirnya, jabatan adalah amanah, pendidikan adalah pengabdian, dan setiap langkah yang dilakukan dengan ketulusan adalah bagian dari perjalanan untuk memberi manfaat bagi sesama. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
stikes pemkab anis satus syaifah dokter Jombang perawat