Cara Jitu Lela Fiyanti Bekali Anak dengan Agama dan Keteladanan

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:07 WIB
Lela, Guru Biologi SMAN Kabuh
Lela, Guru Biologi SMAN Kabuh

JombangBanget.id - Kesibukannya sebagai guru Biologi di SMAN Kabuh tidak membuat Lela Fiyanti, S.Pd., melupakan peran utamanya sebagai ibu.

Baginya, pendidikan terbaik bagi anak bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga bekal agama dan karakter untuk menjalani kehidupan.

Bersama sang suami, Lela memiliki visi yang sama dalam mendidik anak, terutama dalam menanamkan nilai keagamaan.

Baca Juga: Profil Lela Fiyanti, Guru Biologi yang Tak Pernah Berhenti Belajar dan Berkarya

Ia meyakini, agama merupakan bekal paling penting yang dapat diwariskan orang tua.

”Bagi saya, apa yang benar-benar bisa kita tinggalkan kepada anak bukan harta. Bekal terbaik adalah agama, karena itu yang akan menjadi pegangan hidup mereka sampai dewasa,” tuturnya.

Keyakinan tersebut mendorong Lela dan suami menyekolahkan putra sulungnya di Pondok Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Tak Lagi Identik Rumah Sakit Mahal, RSU dr Moedjito Jombang Perluas Layanan BPJS

Keputusan itu tidak diambil secara tiba-tiba. Sejak anaknya duduk di kelas lima sekolah dasar, Lela mulai mengenalkan pilihan tersebut melalui komunikasi yang intens.

Hampir setiap malam sebelum tidur, ia mengajak anaknya berdiskusi tentang cita-cita dan masa depan.

Menurutnya, anak tidak cukup hanya diberi perintah, tetapi perlu memahami alasan di balik sebuah keputusan.

”Kalau anak hanya diperintah, biasanya mereka akan bertanya, kenapa? Jadi kita harus menjelaskan tujuan dan manfaatnya. Ketika mereka paham, mereka akan menjalankannya dengan ikhlas,” ujarnya.

Pendekatan itu membuahkan hasil. Putra sulungnya akhirnya bersedia menempuh pendidikan di pesantren.

Bahkan, sang adik kini juga menunjukkan antusiasme yang sama karena termotivasi melihat kakaknya.

Bagi Lela, komunikasi menjadi fondasi utama dalam keluarga. Ia belajar nilai tersebut dari kedua orang tuanya yang selalu meluangkan waktu berbincang bersama anak-anak setiap malam.

Baca Juga: Berkat Rajin Gym, Guru SMAN Bareng Jombang Ini Tetap Prima Jalani Tiga Peran

”Kebiasaan itu yang saya ingat sampai sekarang. Saya melihat pernikahan itu ternyata sebagian besar adalah komunikasi. Dari situ saya belajar bahwa suami istri harus punya tujuan yang sama dalam membesarkan anak,” katanya.

Di tengah kesibukan mengajar, Lela tetap berusaha menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga.

Saat akhir pekan, ia menikmati aktivitas sederhana seperti memasak dan merawat tanaman hias di rumah.

Baca Juga: Profil Rifda Ainun Rosyida, Guru SMAN Bareng Jombang yang Cetak Siswa Berjiwa Wirausaha Lewat Double Track Tata Boga

Ketika libur semester, keluarga kecilnya juga rutin melakukan perjalanan.

Namun, tujuan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan tempat yang memiliki nilai edukasi seperti pantai, gunung, air terjun, hingga kawasan cagar budaya.

Menurut Lela, perjalanan tersebut menjadi kesempatan anak-anak belajar melalui pengalaman langsung.

Mereka bisa mengenal sejarah, lingkungan, dan berbagai pengetahuan baru. ”Pulang tidak hanya membawa foto, tetapi juga membawa pengetahuan baru,” ujarnya.

Bagi Lela, mendidik anak tidak jauh berbeda dengan mendidik siswa.

Keduanya membutuhkan keteladanan, kesabaran, komunikasi, dan kepercayaan. 

”Anak itu peniru terbaik. Mereka melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Karena itu kami berusaha memberikan contoh yang baik, menjaga komunikasi, dan menanamkan agama sebagai bekal hidup mereka,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Achmad RW
lela Fiyanti Guru Biologi profil SMAN Kabuh