JombangBanget.id - RSU dr Moedjito Dwidjosiswojo, Jombang, menargetkan perubahan persepsi masyarakat pada layanan yang dimiliki.
Di bawah kepemimpinan Direktur Operasional Rif’at Nurfahri, rumah sakit ini ingin lebih dikenal sebagai rumah sakit yang tidak hanya melayani pasien umum dan asuransi.
Tetapi juga menerima pasien BPJS Kesehatan sebagai bentuk komitmen memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, hingga kini masih banyak masyarakat Jombang yang mengenal RSU dr Moedjito sebagai rumah sakit yang mahal dan eksklusif.
Karena itu, pihaknya akan terus menyosialisasikan bahwa layanan BPJS juga tersedia di rumah sakit itu.
’’Target saya mengenalkan ke masyarakat Jombang, RSU dr Moedjito tidak hanya melayani pasien umum dan asuransi. Namun juga menerima BPJS sebagai bentuk komitmen untuk memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat. Karena saat ini masyarakat Jombang masih mengenal Moedjito sebagai rumah sakit umum yang mahal dan eksklusif,’’ ungkapnya.
RSU dr Moedjito juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan dengan mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki.
Baca Juga: Kabur Bawa Motor Petugas RPS Dinsos Jombang, Remaja Terlantar Kecelakaan hingga Meninggal
Pengembangan layanan diarahkan pada pemanfaatan sarana penunjang medis seperti CT scan dan panoramic untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
’’Kita berfokus pada sarana yang saat ini ada, seperti CT scan dan panoramic. Ke depan pelayanannya akan difokuskan terkait itu,’’ imbuhnya.
Di sisi lain, rumah sakit tetap mempertahankan karakter sebagai rumah sakit bedah pertama di Jombang. Pelayanan bedah maupun pelayanan dasar tetap menjadi fokus pengembangan.
’’Kita juga mempertahankan budaya rumah sakit bedah pertama di Jombang. Untuk pelayanan dasar juga tetap menjadi fokus,’’ ungkapnya.
Pengembangan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan penambahan fasilitas. Tetapi juga memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai standar profesional, aman, dan bermutu.
Sebagai arah pengembangan ke depan, RSU dr Moedjito menetapkan tiga program utama.
Baca Juga: Kios Pasar Perak Masih Sepi Peminat, Disdagrin Jombang Siapkan Penertiban Lanjutan
Pertama, membangun budaya kerja yang profesional, islami, serta mengutamakan keselamatan pasien dan mutu pelayanan.
’’Nilai islami yang diterapkan bersifat inklusif. Rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama,’’ terangnya.
Program kedua, meningkatkan citra RSU dr Moedjito sebagai rumah sakit umum yang profesional dan islami.
Sedangkan program ketiga mengenalkan rumah sakit sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki nilai dakwah bagi karyawan maupun pasien.
Baca Juga: Menara Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Dipercantik Sambut Muktamar NU, Ini Filosofinya
’’Keselamatan pasien dan pelayanan profesional yang humanis menjadi prioritas utama,’’ tegasnya.
Kompetensi tenaga kesehatan dapat terus ditingkatkan, sedangkan kualitas pelayanan sangat dipengaruhi motivasi serta budaya kerja yang positif.
’’Performa pelayanan yang baik tergantung dari motivasi, sehingga mari bersama-sama menciptakan budaya kerja yang positif,’’ tuturnya.
Pentingnya dialog yang terbuka antara dokter dan pasien.
Baca Juga: Pembunuh Istri Siri di Jombang Divonis 18 Tahun Penjara, Hakim Sebut Aksinya Keji
Menurutnya, pengobatan yang baik hanya dapat terwujud melalui komunikasi yang transparan dan kerja sama antara tenaga kesehatan dengan pasien.
’’Dialog, transparansi dan rasional menjadi hal penting. Pengobatan yang baik adalah kerja sama yang terbuka antara dokter dan pasien,’’ paparnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz