Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dokter RSUD Jombang Ini Buktikan Karier dan Keluarga Bisa Berjalan Beriringan

Wenny Rosalina • Minggu, 5 Juli 2026 | 06:21 WIB
AKRAB: dr Nur Khamidah bersama suami dan anak-anaknya. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
AKRAB: dr Nur Khamidah bersama suami dan anak-anaknya. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Lima hari setelah menjalani operasi caesar melahirkan anak kedua, kebanyakan ibu masih menjalani masa pemulihan di rumah.

Namun tidak bagi dr Nur Khamidah. Ia harus kembali mengikuti pendidikan dokter spesialis. Tidak ada dispensasi.

”Saya sempat bertanya apakah boleh izin beberapa hari karena baru lima hari melahirkan. Jawabannya, tidak ada pengecualian,” kenangnya.

Dengan kondisi luka operasi yang masih terasa nyeri, ia tetap hadir mengikuti pembekalan awal pendidikan. Obat penghilang rasa sakit menjadi teman setiap hari agar tetap mampu menjalani aktivitas sebagai peserta PPDS.

Baca Juga: Profil dr Nur Khamidah, Dokter Spesialis Kulit RSUD Jombang yang Dulu Ingin Jadi Pegawai Bank

”Saya hanya berpikir harus kuat. Ya dipaksakan, alhamdulillah akhirnya bisa dilewati,” ungkap ibu dari M Abidzar Ad'ha Zulfikar dan Ayesha El Syaddad Zulfikar tersebut. 

Saat itu anak pertamanya masih balita, sedangkan bayi keduanya masih membutuhkan ASI eksklusif. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia memompa ASI untuk persediaan seharian.

Bahkan ia membeli lemari pendingin khusus agar stok ASI tetap terjaga.

Selama dirinya berada di kampus hingga sore hari, kedua anaknya diasuh penuh oleh sang ibu.

Menurut Nur Khamidah, tanpa bantuan kedua orang tuanya, mustahil ia mampu menyelesaikan pendidikan spesialis.

”Ibu saya yang merawat anak-anak. Ayah saya mengajari mereka berhitung, membaca, sampai mengaji. Saya sangat berutang budi kepada orang tua,” ungkapnya. 

Bahkan ketika lulus dari pendidikan spesialis, kedua anaknya yang masih usia taman kanak-kanak sudah mampu membaca, menulis hingga membaca Alquran. Ia mengaku itulah salah satu bentuk kasih sayang luar biasa dari kedua orang tuanya.

”Mungkin kalau saya sendiri yang mendidik, saya belum tentu mampu seperti mereka,” katanya.

Perjalanan membangun praktik pribadi juga tidak lepas dari dukungan keluarga besar, utamanya sang suami Zulfikar Damam Ikhwanto.

Baca Juga: Pemkab Jombang Segera Panggil Investor, Bahas Kendala Kawasan Industri Utara Brantas

Mertuanya KH Abdul Adhim Dimyati dan Hj Azminatul Uhud, sejak awal telah menyiapkan bangunan yang semula diperuntukkan sebagai tempat praktik seluruh anggota keluarga yang berprofesi sebagai dokter.

Kini bangunan tersebut menjadi tempat praktik Nur Khamidah di kawasan Jalan Arief Rahman Hakim, belakang Masjid Agung Jombang.

”Semua fasilitas sebenarnya sudah disiapkan almarhum Abah. Saya tinggal meneruskan,” jelasnya. 

Suaminya pun menjadi sosok yang selalu mendukung perkembangan kariernya. Meski demikian, Nur Khamidah mengaku tidak terlalu berorientasi pada bisnis.

Bahkan hingga kini praktiknya hanya dibantu satu orang pegawai yang telah lama mendampingi keluarga.

”Saya orangnya santai. Yang penting pasien terlayani dengan baik,” katanya.

Kesibukan sebagai dokter rumah sakit dan membuka praktik tidak membuatnya mengorbankan waktu bersama keluarga.

Ia memiliki aturan yang tidak pernah dilanggar. Praktik harus selesai sebelum Maghrib.

Setelah itu seluruh waktu Nur Khamidah sepenuhnya untuk keluarga.

”Saya memang ingin Maghrib sudah di rumah. Makan malam bersama, menemani anak-anak. Itu yang saya jaga,” tegasnya.

Baginya, profesi dokter tidak boleh menghilangkan peran sebagai seorang ibu. Justru keseimbangan itulah yang menjadi kunci menjalani hidup.

”Karier itu penting, tetapi keluarga tetap nomor satu. Saya bersyukur Allah memberi jalan sehingga saya masih bisa menjalankan keduanya,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#nur khamidah #spesalis kulit #dokter #RSUD Jombang #Jombang