JombangBanget.id – Perjalanan karier Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, terbilang unik.
Sebelum menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan memimpin salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Jombang, dia pernah berkarier di sejumlah perusahaan kehutanan nasional.
Isawan lahir di Malang, 24 Mei 1974. Merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Waloeja dan Sugeng Suprijati.
Masa kecil hingga pendidikan menengah ditempuh di Kota Blitar. Ia mengawali pendidikan di SD Bendogerit 3 Blitar lulus 1986.
Baca Juga: Sopir Truk Gandeng Jadi Tersangka, Kasus Kecelakaan Maut di Jogoroto Jombang
SMPN 3 Blitar lulus 1989, dan SMAN 1 Blitar lulus 1992.
Selepas SMA, Isawan melanjutkan pendidikan di Akademi Ilmu Kehutanan (AIK) yang kini menjadi Universitas Winaya Mukti Bandung dan lulus 1995.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 di Institut Pertanian Malang 2005.
Serta meraih gelar magister dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada 2009.
’’Setelah lulus D3 pada Desember 1995, awal Januari 1996 saya langsung mendapat tawaran bekerja di Kalimantan, tepatnya di PT Kayu Mas Grup di Sampit,’’ katanya.
Perusahaan itu memegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang menjadi percontohan tingkat nasional.
Kemampuannya membuat Isawan mendapat kesempatan mengikuti pendidikan sistem informasi geografis (SIG) di Jakarta bersama tenaga ahli dari Inggris.
Kariernya berkembang cepat. Pada 1997, ia dipercaya menjadi Kepala Bagian Perencanaan yang membawahi tiga unit HPH.
Meski sempat mengajukan pengunduran diri, Isawan tetap diminta membantu penyelesaian proyek bersama Kementerian Kehutanan.
Pada 1998, ia bergabung dengan PT Korindo Group sebagai tenaga ahli sistem informasi geografis untuk proyek pengembangan 1 juta hektare perkebunan kelapa sawit di Merauke.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Mojoagung Jombang, Supeltas Tewas Ditabrak Truk
Setelah itu, ia juga terlibat dalam proyek yang didukung Uni Eropa hingga 1999.
Memasuki 2000, Isawan mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Awalnya ia hanya berniat menemani sang istri, Arita Sarawaty, yang merupakan sarjana kehutanan lulusan IPB dan mendaftar pada formasi Kementerian Kehutanan.
’’Awalnya hanya menemani istri tes. Saya berpikir sekalian ikut mendaftar. Ternyata yang lolos justru saya,’’ kenangnya.
Melalui SK pengangkatan CPNS, Isawan ditempatkan di Dinas Kehutanan Jawa Timur dan diperbantukan di Dinas Perhutanan dan Konservasi Tanah (PKT) Jombang mulai Oktober 2000.
Pada 2003, ia kembali ke lingkungan Pemprov Jawa Timur.
Namun, atas permintaan almarhum Mastur Baidlowi yang saat itu menjabat Kepala Bappeda Jombang, Isawan tetap membantu di Jombang.
Sejak April 2003, ia bertugas sebagai staf Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Jombang.
Karier birokrasinya terus berkembang. Ia pernah bertugas di Bidang Penyusunan Program Bappeda sekaligus memperoleh beasiswa S2 dari Bappenas di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bidang Ilmu Ekonomi dan lulus 2009.
Baca Juga: Gudang Pakan Ternak di Gudo Jombang Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 300 Juta
Setelah itu, Isawan menjabat Kasi Perencanaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Bappeda Jombang 2010.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kasubag Program Bappeda Jombang.
Januari 2017, Isawan dimutasi sebagai Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan di Dinas Pertanian (Disperta) Jombang.
Pada Mei 2018, ia kembali ke Bappeda sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
Periode 2021 hingga 2024, Isawan menjabat Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Jombang.
Setelah mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP), ia akhirnya dilantik sebagai Kepala Disnaker Jombang 31 Juli 2024 dan menjabat hingga saat ini.
Di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik, Isawan tetap menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam hidupnya.
Ia tinggal di Jalan Pattimura Gang I Nomor 153, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, bersama sang istri, Arita Sarawaty.
Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua putri, Meutia Wahdini Nurhaiqa dan Amira Nurhaiqa. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz