JombangBanget.id - Di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin cepat, Kepala MTsN 18 Jombang, Agus Arif, menegaskan pendidikan di tingkat madrasah tsanawiyah tidak boleh hanya mengejar nilai akademik semata.
Pembentukan akhlak, karakter, dan kesiapan masa depan siswa menjadi prioritas utama.
Sebab menurutnya, usia remaja awal merupakan fase penting yang sangat menentukan arah kehidupan anak.
Karena itu, pendidikan harus mampu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan mental, dan nilai-nilai keislaman.
Baca Juga: Profil Agus Arif, Kepala MTsN 18 Jombang yang Fokus Bangun Pendidikan Islami
”Anak MTs harus disiapkan menjadi generasi yang religius, berkarakter, cerdas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pendidikan akhlak dan adab menjadi fondasi utama dalam pembinaan siswa.
Sikap hormat kepada orang tua dan guru, sopan santun, kejujuran, disiplin, hingga tanggung jawab harus dibangun melalui pembiasaan sehari-hari.
Budaya salam, senyum, sapa, adab berbicara, hingga etika bermedia sosial terus diperkuat di lingkungan madrasah.
Pendidikan karakter akan lebih efektif jika diwujudkan melalui keteladanan guru dan lingkungan sekolah yang positif.
Pendidikan agama juga harus membumi dan dekat dengan kehidupan siswa. Tidak hanya hafalan, tetapi mampu diterapkan dalam keseharian.
Mulai dari salat tepat waktu, membaca Alquran, hingga menjauhi perilaku bullying dan pergaulan negatif.
”Pendidikan agama harus membuat anak merasa bahwa Islam itu indah dan menenangkan,” imbuhnya.
Dia menaruh perhatian pada tantangan generasi muda di era digital.
Banyak remaja mudah minder, cepat menyerah, hingga kecanduan gawai dan media sosial.
Baca Juga: Tiga Pelajar Tewas Tertabrak Truk Fuso di Jombang, Sopir Kabur Usai Kejadian
Karena itu, siswa perlu dibekali mental tangguh, rasa percaya diri, dan keberanian untuk berkembang.
Di bidang literasi, siswa didorong agar mampu berpikir kritis, memahami persoalan, serta berani menyampaikan pendapat dengan santun.
’’Pendidikan tidak cukup hanya menghafal pelajaran, tetapi juga melatih kemampuan mengambil keputusan yang baik dalam kehidupan,’’ urainya.
Pendidikan digital dan etika media sosial menjadi perhatian serius di MTsN 18 Jombang. Siswa dibimbing agar bijak menggunakan teknologi.
Tidak mudah menyebarkan hoaks. Menjaga jejak digital dan memanfaatkan teknologi untuk belajar maupun berkarya.
”Teknologi harus menjadi alat kemajuan, bukan sumber kerusakan,” ujarnya.
MTsN 18 Jombang juga menanamkan nilai cinta bangsa, toleransi, dan semangat gotong royong kepada siswa.
”Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang mencintai agama sekaligus menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz