JombangBanget.id - Di sebuah rumah sederhana di Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang, perjalanan hidup Satrio Irianto dimulai.
Pria yang lebih dikenal dengan nama Rio Fajri ini pemilik brand penyewaan kostum ’’Rio Fajri Kostum”, yang identik dengan kostum maskot dan karnaval premium di Jombang.
Namun, di balik gemerlap kostum megah dan popularitas di dunia karnaval, tersimpan kisah perjuangan panjang sejak kecil.
Rio lahir dan besar di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Candimulyo 4 Jombang.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat Jombang Terancam Molor, Pemkab Siapkan Skenario Darurat
Kemudian melanjutkan SMPN 1 Jombang dan SMAN 1 Jombang. Serta menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang pada 2016.
”Sejak SMP sampai SMA saya aktif dalam kegiatan OSIS,” ucapnya.
Meski kini dikenal sukses, masa kecil Rio jauh dari kata mudah.
Ayahnya meninggal saat dia masih dalam kandungan ibu. Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, ia tumbuh dalam situasi serba terbatas.
’’Dulu rumah saya gedek. Saya lahir sudah yatim. Umur dua tahun sudah sering dititipkan ke orang,” kenangnya.
Sejak kecil, ia berpindah-pindah pengasuhan. Sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Sementara Rio kecil dititipkan ke beberapa kerabat. Kehidupan keras itulah yang membuatnya terbiasa mandiri sejak dini.
Hobinya memasak juga muncul dari masa kecil tersebut. Karena sering hidup berpindah-pindah dan jauh dari orang tua, ia terbiasa melakukan banyak hal sendiri.
Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi usaha kuliner.
Baca Juga: Kuota Tambah 270 Siswa, Gedung Baru Sekolah Rakyat di Tunggorono Jombang Belum Siap
Sebelum dikenal di dunia kostum, Rio terlebih dahulu membuka usaha kuliner ’’Mi Jagoan Jombang’’ pada 2023.
Nama itu merupakan plesetan dari tren mie pedas yang sedang viral saat itu. Berbekal keberanian dan belajar secara otodidak dari internet, usaha tersebut berkembang dan masih berjalan hingga sekarang.
Dunia seni sebenarnya sudah menarik perhatiannya sejak lama. Semasa SMA, Rio pernah menjadi finalis Guk Yuk Jombang dan anggota Paskibra Kabupaten Jombang pada 2006.
Jiwa entertain itu terus tumbuh hingga akhirnya membawanya merantau ke Jakarta.
Rio juga aktif di kegiatan sosial. Ia mendirikan HMKJ (Himpunan Masyarakat Kabupaten Jombang) tahun 2015 ketika masih kuliah.
Berbagai kegiatan sosial dilakukan, seperti berbagi ke panti asuhan, panti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), panti lansia, donor darah massal, hingga pelatihan ketrampilan.
Melalui HKMJ ia juga meraih berbagai prestasi dan mendapatkan beberapa pencapaian. Di antaranya juara 3 gerak jalan 2018 kategori umum.
Menjadi partner karnaval 2016. Diundang launching Granat (Gerakan Anti Narkoba). Kolaborasi dengan berbagai komunitas di Jombang dan lainnya.
Setelah lulus kuliah, ia sempat bekerja di Pelindo Surabaya sebelum dipindah ke Tanjung Priok, Jakarta. Di sana, relasinya semakin luas.
Ia kemudian bekerja freelance di salah satu stasiun televisi nasional, Indosiar, selama sekitar tiga tahun.
’’Saya waktu itu di D’Academy, ngatur jadwal artis dan kebutuhan di belakang panggung,” ujarnya.
Pengalaman di dunia hiburan membuatnya semakin akrab dengan industri kreatif dan media sosial. Ia juga mulai aktif membuat konten di Tiktok dan Youtube.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik hidupnya. Pada 2020, ia memutuskan pulang ke Jombang setelah terjadi pengurangan karyawan.
Di kota kelahiran, Rio sempat bekerja di bidang validasi sertifikasi pertanahan, menjadi fotografer, sekaligus menjalankan usaha kuliner.
Perjalanannya di dunia kostum dimulai pada 2018 saat dia aktif menjadi model. Mulai dari model pengantin hingga model maskot karnaval.
Dari sana muncul ide untuk membuat usaha penyewaan kostum sendiri dengan konsep berbeda dari yang sudah ada di Jombang.
’’Patokan saya memang Jember. Karena Jember itu kiblat karnaval di Jawa Timur,” katanya.
Ia belajar secara mandiri melalui media sosial. Bersama komunitas Kostum Maker Jombang yang kini ia ketuai, Rio mulai membangun identitas brand kostumnya sendiri.
Kostum pertamanya hadir pada 2025. Salah satu karya yang paling mengangkat namanya, kostum bertema Cendrawasih.
Kostum itu pernah digunakan dalam acara pembukaan Hari Olahraga Nasional Kabupaten Jombang dan dipakai putri Bupati Jombang, Octadella Bilytha Permatasari.
Baca Juga: Program Desa Mantra Jombang, Pemdes Asemgede Prioritaskan Jalan Lingkungan
Setelah tampil di acara pemerintah daerah dan viral di Tiktok, nama Rio Fajri Kostum semakin dikenal luas. Kostumnya mulai disewa hingga luar kota seperti Lamongan, Mojokerto, Malang, hingga Kasembon.
Dan kini juga mulai menjadi langganan keluarga Bupati Jombang.
Kini, Rio memiliki sembilan kostum dewasa dan dua kostum anak. Tahun 2026, ia menyiapkan sebelas kostum dewasa baru dan delapan kostum anak tambahan.
Meski sibuk mengelola bisnis, menjadi model maskot, mengurus kafe, hingga membuat konten media sosial, Rio tetap menjaga keseimbangan keluarga.
Ia mengaku kini memilih fokus menjadi model maskot dibanding model pengantin.
’’Menjaga hati keluarga,’’ ujarnya sambil tersenyum.
Di balik semua kesibukan itu, dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar. Meski awalnya usahanya sempat dipandang sebelah mata, kini keluarga justru menjadi penyemangat utama.
Rio juga aktif dalam kegiatan festival di Jombang. Ia menjadi salah satu pendukung Jombang Fest 2025. Ketua Jombang Carnival 2025.
Support bersama Kostum Maker ketika pembukaan Tirta Wisata 2026. Pemenang Juara Favorit Lomba LPVJ 2025 se-Kabupaten Jombang.
Ketua Donor Massal di Sambong Dukuh bekerja sama dengan PMI 2018.
Menerima undangan dari bupati ketika pelantikan Dekranasda di Pendopo 2026 dan lainnya.
Harapan Rio sederhana. Ia ingin brand Rio Fajri Kostum terus berkembang dan semakin dikenal luas.
’’Yang penting tetap berkibar dan bisa dikenal lebih banyak orang,’’ harapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz