JombangBanget.id – Dedikasi tanpa batas dalam dunia pendidikan ditunjukkan Sudijono, S.Pd., M.AP, Kepala SMAN Bandarkedungmulyo, Jombang yang telah menempuh perjalanan panjang sebagai guru hingga kepala sekolah lintas daerah di Indonesia.
Sudijono lahir di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk pada 16 Desember 1966.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Kepuh, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kertosono dan SMA Negeri 1 Kertosono.
Kesempatan emas datang saat ia diterima dalam program ikatan dinas guru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, jurusan D-III Kimia.
Baca Juga: Student Journalism: Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Selama kuliah, ia tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga uang saku sebesar Rp 25 ribu per bulan.
Namun, kondisi ekonomi tidak membuatnya bergantung sepenuhnya. Sejak semester tiga, Sudijono mulai membuka les privat dengan mendatangi rumah-rumah siswa SMA di Surabaya.
”Itu benar-benar nekat, tapi alhamdulillah bisa menambah untuk kebutuhan hidup,” kenangnya.
Ia lulus pada tahun 1988. Penempatan pertama sebenarnya di SMA Negeri 1 Ternate, Maluku.
Namun saat itu ia memilih menunda dan mengajar di SMA YPM Surabaya sambil tetap menjalankan les privat.
Kesempatan kedua datang pada 1 Januari 1991, saat ia kembali mendaftar CPNS dan resmi ditempatkan di SMA Negeri 1 Soa Sio, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Kali ini, ia berangkat. Pengalaman mengajar di luar pulau selama hampir satu dekade, dari 1991 hingga sekitar tahun 2000, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan wawasan kependidikannya.
Pada tahun 2000, ia dimutasi ke SMA Negeri 1 Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Kariernya terus berkembang hingga akhirnya mengikuti seleksi kepala sekolah pada tahun 2012 dan memperoleh sertifikat kepala sekolah pada 2013.
Perjalanan kepemimpinan sekolahnya dimulai saat mendapat penugasan sebagai kepala sekolah pada tahun 2019 di SMAN 1 Banyuates, Sampang, Madura.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Pelajar Ibarat Cermin
Kemudian pada tahun 2020 ia dipindah ke SMAN Kabuh, Kabupaten Jombang dan sejak tahun 2022 dipercaya memimpin SMAN Bandarkedungmulyo hingga sekarang.
Sepanjang pengabdiannya, Sudijono juga menorehkan prestasi membanggakan.
Ia pernah meraih penghargaan tingkat nasional sebagai guru kreatif dan inovatif pada tahun 2007. Baginya, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup yang sarat nilai spiritual.
”Intinya menjadi guru itu untuk menyalurkan ilmu. Tujuan akhirnya adalah pahala yang terus mengalir. Kemanfaatannya untuk anak-anak akan kembali kepada kita,” ujarnya.
Ia bahkan memaknai profesi guru sebagai bagian dari ibadah.
”Insya Allah seperti itu. Dunia akan mengikuti, tapi tujuan akhirat tetap yang utama,” tambahnya.
Pengalaman paling berkesan selama menjadi pendidik, menurutnya, terletak pada keberagaman karakter siswa.
”Setiap anak itu unik. Dari situlah kita belajar lebih dalam tentang karakter manusia. Itu yang paling berkesan,” ungkapnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz