JombangBanget.id – Kepala SMAN Kabuh, Ba’i MMPd, dikenal sebagai kepala sekolah yang ulet dan disiplin tinggi.
Ia punya komitmen menggenjot mutu pendidikan untuk mendorong lulusan tembus Perguruan tinggi negeri (PTN).
Ba’i mengawali pengabdian sebagai guru olahraga di SMPN Sukorame sejak 1997. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter disiplin dan semangat kerja. Pada 2003, ia lolos seleksi CPNS dan mendapat tugas mengajar di SMAN Bluluk Lamongan.
Pengabdian di SMAN Blubluk berlangsung cukup lama. Di sekolah itu, ia tidak hanya mengajar, namun juga dipercaya mengemban amanah sebagai wakil kepala sekolah selama empat tahun. Pengalaman manajerial tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan karier berikutnya.
Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah definitif, Ba’i juga pernah mengemban amanah sebagai Plt Kepala SMAN Kesamben selama tujuh bulan. Plt SMAN Ploso pada 2025. Juga pernah Plt SMAN 3 Jombang pada 2026. Hingga akhirnya pada 2022, ia dipercaya menjadi kepala SMAN Kabuh Jombang.
Ba’i menegaskan, setiap perjalanan karier selalu ia jalani dengan komitmen yang sama. Meningkatkan mutu pendidikan menjadi tujuan utama. ”Dimanapun ditugaskan, kita punya komitmen meningkatkan mutu maupun kualitas pendidikan di sekolah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia aktif memberikan motivasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan, sekaligus mendorong semangat belajar siswa. Peran kepala sekolah, menurutnya, tidak hanya sebatas pengelola, namun juga penggerak. ”Menjadi kepala sekolah juga seorang motivator, utamanya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh warga sekolah,” jelasnya.
Target besar pun dipasang. Ba’i ingin lulusan SMAN Kabuh mampu bersaing dan diterima di perguruan tinggi negeri dalam jumlah sebanyak mungkin. ”Salah satu target kita adalah mengantarkan anak-anak untuk masuk PTN sebanyak-banyaknya,” terangnya.
Sosok Ba’i dikenal supel dan rendah hati. Ia merupakan putra pasangan Saimo dan Rasipah, lahir di Lamongan pada 2 April 1969. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halaman bersama delapan saudara.
Perjalanannya pendidikan dimulai dari SDN 1 Kedungpring. Kemudian ke SMP Muhammadiyah Lamongan dan SMA Pancamarga Kedungpring Lamongan. Sejak kecil, ia telah bercita-cita menjadi guru. Tekad itu diwujudkan melalui pendidikan D3. Kemudian melanjutkan ke S1 di IKIP PGRI Kediri jurusan olahraga dan lulus pada 2001. Ia juga menuntaskan pendidikan pascasarjana di Institut Teknologi Surabaya jurusan Manajemen Pendidikan pada 2007.
Di luar aktivitas sebagai kepala sekolah, Ba’i tetap menjaga konsistensi sebagai insan olahraga. Ia rutin meluangkan waktu untuk berolahraga di tengah kesibukan. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran sekaligus investasi kesehatan jangka panjang. ’’Olahraga selalu rutin. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga investasi kesehatan kita di masa depan,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Bambang Tedjoatmoko, Kabid Dalops dan Perparkiran Dishub Jombang yang Humanis dalam Pelayanan
Pengalaman di bidang olahraga juga tidak singkat. Saat mengajar di Lamongan, Ba’i pernah aktif sebagai pengurus KONI di cabang olahraga wushu. Namun, seiring meningkatnya tanggung jawab, ia memilih fokus menjalankan amanah di dunia pendidikan.
Dalam kehidupan pribadi, Ba’i menikah dengan Sri Mustari asal Lamongan. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua anak, Agus Hardianto dan Tommy Hardianto. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz