JombangBanget.id - Di balik kesibukannya sebagai pelaku usaha, Hj. Arina Maulidia Agustin, SPdI memiliki perhatian besar terhadap pendidikan anak.
Bersama suaminya, H. Alwi, ia membesarkan dua anaknya, Azril dan Azarina, dengan penekanan kuat pada nilai-nilai keislaman, khususnya Alquran.
Keinginan tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya. Arina mengaku sejak kecil ingin menjadi penghafal Alquran, namun tidak mendapat izin dari orang tuanya.
Baca Juga: Wor Windari: Kartini Masa Kini Harus Bisa Menjaga Keseimbangan Karier dan Keluarga
”Dulu saya ingin menghafal Alquran, tapi tidak di izinkan karena beberapa hal. Jadi saya berniat, kalau saya tidak bisa, saya berharap anak-anak saya harus menjadi penghafal dan semoga menjadi hamilil qur'an” ungkapnya.
Meski memiliki harapan besar, Arina tidak pernah memaksakan kehendaknya. Ia memilih pendekatan yang lebih lembut, yakni melalui pembiasaan dan keteladanan.
Di rumah, Arina menerapkan rutinitas disiplin sejak dini. Keluarga mereka terbiasa bangun pada pukul 03.00 hingga 03.30 untuk melaksanakan salat tahajud, kemudian dilanjutkan dengan membaca Alquran sebelum memulai aktivitas harian.
Baca Juga: Kepala Dinas Perkim Jombang Gaspol Program Pro-Rakyat, Kawasan Kumuh Jadi Target Penataan
”Anak-anak sudah terbiasa membaca Alquran setiap hari, minimal 10 lembar,” ujarnya.
Hasilnya, kedua anaknya menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Anak pertamanya telah menghafal 5 juz Alquran sebelum lulus dari MIN 3 Jombang dan kini akan melanjutkan pendidikan di Madrasatul Quran Tebuireng.
Sementara anak keduanya, yang masih duduk di bangku kelas 1 MIN 3 Jombang, pada usia delapan tahun, sedang melanyahkan hafalan juz 30, telah khatam Alquran hingga delapan kali dan lulus program metode Qiroati sejak taman kanak-kanak.
Menariknya, proses menghafal tersebut tumbuh dari kesadaran anak sendiri. Arina lebih sering memberikan motivasi melalui cerita tentang keutamaan Alquran dan teladan dari keluarga, termasuk sosok nenek mereka yang juga seorang penghafal Alquran.
”Saya tidak pernah memaksa. Justru anak-anak yang punya keinginan sendiri,” jelasnya.
Selain pendidikan agama, Arina juga menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab melalui kegiatan sederhana, seperti merawat hewan peliharaan.
Ia memiliki hobi memelihara ikan cupang dan menularkannya kepada anak-anak sebagai cara untuk peduli kepada makhluk hidup lain serta mengurangi ketergantungan pada gawai.
Baca Juga: Fokus Perkuat UMKM Jombang, Anjik Eko Saputro Ajak Kolaborasi Lintas Sektor
Di rumahnya juga terdapat burung peliharaan yang dirawat bersama anak-anak, termasuk memberi makan, membersihkan kandang, dan membagikan tiap pasang merpati yang telah remaja kepada siapapun yang menghendaki.
Dalam hal pendidikan formal, Arina memilih menyekolahkan anak di lingkungan sekitar rumah agar tetap dekat dengan masyarakat dan memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik.
Pola asuh yang diterapkan adalah pendampingan aktif. Ia dan suami berbagi peran dalam mengasuh anak, mulai dari mengantar sekolah hingga mendampingi belajar di rumah.
Baca Juga: Yuliati Nugrahani Warsubi: Perempuan Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Jombang
”Kita tidak hanya menyuruh, tapi juga memberi contoh dan mendampingi,” tegasnya.
Arina berharap, anak-anaknya kelak tidak hanya menjadi penghafal Alquran, tetapi juga pribadi yang mandiri dan bermanfaat. Bahkan, keduanya telah memiliki cita-cita menjadi pengusaha yang hafal Alquran.
”Semoga mereka bisa menjadi generasi yang bejo dunia & akhirat serta lebih baik dari orang tuanya,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Achmad RW