JombangBanget.id - Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang tak mengerem program.
Justru sebaliknya, strategi dipacu dengan mengandalkan dukungan anggaran pusat demi menjaga layanan dasar tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Perkim Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, ST, M.Si, menegaskan, mayoritas program instansinya menyentuh kebutuhan primer warga.
Mulai air bersih, sanitasi, rumah layak huni, hingga penataan kawasan permukiman dan utilitas umum agar terbabas dari kawasan kumuh.
”Di era anggaran yang semakin terbatas ini, kami berupaya mencari sumber pendanaan lain dari pusat. Karena hampir semua kegiatan Perkim bersinggungan langsung dengan masyarakat dan berdampak pada kesehatan,” katanya.
Baca Juga: Profil Dian Kusuma Rahmat Subekti, Kepala Dinas Perkim Jombang yang Tekankan ASN Harus Melayani
Langkah konkret sudah ditempuh. Perkim mendampingi Bupati Jombang Warsubi bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Hasilnya, Jombang diguyur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.500 unit.
”Alhamdulillah, kami mendapat BSPS sebanyak 1.500 unit untuk Jombang,” ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan pusat, Perkim juga ikut membuka keran investasi sektor perumahan. Pelayanan pengurusan rekomendasi persetujuan site plan dipastikan tetap ramah tanpa mengabaikan aturan.
”Kami tidak akan mempersulit sesuatu yang bisa dibuat mudah. Tidak ada biaya lain selain yang resmi sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Di luar urusan dinas, Dian punya sisi lain. Ia dikenal sebagai pegiat otomotif, khususnya modifikasi sepeda motor. Hobi lama itu bahkan berkembang menjadi aktivitas produktif lewat bengkel dan tim DKRS RAIN Project.
”Saya memang senang otomotif, terutama modifikasi motor. Dulu banyak mengoleksi motor dua tak seperti Kawasaki Ninja,” katanya.
Kini, ia aktif di kontes modifikasi dan melayani pembuatan part khusus dengan dukungan mesin CNC. Pelanggannya datang dari berbagai daerah, bahkan luar pulau.
Baca Juga: Pria Paro Baya di Jombang Ditemukan Membusuk dalam Kamar, Diduga Meninggal Sepekan
”Sekarang sudah punya mesin CNC sendiri untuk produksi part kontes. Bahkan ada pelanggan dari luar provinsi hingga luar pulau yang mempercayakan motornya,” jelasnya.
Meski memiliki usaha, Dian menegaskan profesionalitas sebagai ASN tetap dijaga. Ia memastikan tidak ada irisan dengan proyek pemerintah.
”Saya tidak pernah bersinggungan dengan pengadaan yang bersumber dari APBD atau APBN. Saya hanya berhubungan dengan swasta, agar tidak terjadi konflik kepentingan,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz