Binrohtal: Empat Perkara yang Bisa Membuat Hidup Celaka, Apa Saja?

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:57 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto sekaligus Wakil Ketua MUI Jogoroto, Kabupaten Jombang, KH M Sholahuddin Kariim, mengingatkan empat perkara yang dapat menyebabkan hidup celaka, yakni hati yang keras, mata yang tidak menangis karena Allah, panjang angan-angan, serta terlalu mencintai dunia.

Nasihat disampaikan saat pengajian setelah salat Zuhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (15/10).

’’Ada empat perkara yang menyebabkan hidup celaka,’’ tuturnya.

Baca Juga: Susun Dokumen Perencanaan, Berikut Daftar SMP di Jombang Dapat Rehab dari PAPBD 2026

Pertama, hati yang keras dan sulit menerima kebaikan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang sombong yakni yang menolak kebenaran dan memadang rendah orang lain.

Orang 40 hari tidak mendengar nasihat agama maka hatinya akan membatu.

Orang yang hatinya keras tidak bisa menerima nasihat. Bayangkan seseorang yang berkali-kali diingatkan agar tidak menyakiti orang lain.

Baca Juga: Tafsir Aktual: Al-Fatihah 19

Akan tetapi, setiap kali dinasihati, ia justru marah dan menyalahkan orang yang mengingatkannya. Ia merasa dirinya selalu benar, sementara orang lain dianggap salah.

Akibatnya, kesalahan yang seharusnya diperbaiki justru terus dipelihara.

Karena itu kita harus memperbaiki hati. Jangan sampai kita mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi tidak mampu melihat kekurangan diri sendiri.

Kedua, mata yang tidak pernah menangis karena Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Maryam ayat 58: Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Rasulullah bersabda: Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Baca Juga: Festival Literasi Jombang 2026, Pelajar Didorong Berani Berkarya

Termasuk di antaranya seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian, lalu kedua matanya bercucuran air mata.

Ketiga, panjang angan-angan dan menunda-nunda kebaikan.

Contohnya orang berkata, ’’Nanti kalau sudah kaya, saya akan rajin bersedekah. Kalau sudah pensiun, saya akan memperbanyak ibadah. Kalau sudah tua, saya akan belajar agama dengan sungguh-sungguh. Kalau sudah punya banyak waktu, saya akan memperbaiki diri.’’

Padahal, tidak ada jaminan seseorang akan mencapai usia tua. Bahkan tak ada jaminan akan hidup esok hari.

Rasulullah bersabda: Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang melalaikan, kekayaan yang membuat melampaui batas, penyakit yang merusak, usia tua yang melemahkan akal, kematian yang datang tiba-tiba, Dajjal, atau hari Kiamat.

Baca Juga: Lebih dari Lima Perusahaan Lirik Kawasan Industri Utara Brantas

Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Hadis ini mengajarkan agar kita tidak menunggu keadaan sempurna untuk melakukan kebaikan. Ketika masih sehat, gunakan kesehatan untuk beribadah.

Ketika memiliki rezeki, sisihkan untuk bersedekah. Ketika memiliki ilmu, ajarkan kepada orang lain. Ketika masih mempunyai orang tua, berbaktilah kepada mereka.

Keempat, terlalu mencintai dunia. Rasulullah bersabda: Seandainya anak Adam mempunyai dua lembah harta, niscaya ia akan mencari lembah yang ketiga.

Tidak ada yang memenuhi mulut anak Adam selain tanah, dan Allah menerima tobat orang yang bertobat.

Baca Juga: Kapolri Dijadwal ke Jombang, Bakal Disambut Rebana dan Yel-Yel Buruh

Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta benda, kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa.

Kekayaan sejati bukan banyaknya harta yang tersimpan, melainkan hati yang merasa cukup, bersyukur, dan tidak diperbudak oleh keinginan.

Orang yang kaya hatinya dapat tidur dengan tenang meskipun hartanya sederhana. Ia bersyukur atas rezeki yang diterima dan berusaha mendapatkannya dengan cara yang halal.

Sebaliknya, orang yang diperbudak dunia dapat terus merasa kekurangan meskipun hartanya berlimpah. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
hidup celaka Binrohtal Jombang Perkara