Binrohtal: 5 Tanda Ini Menunjukkan Seseorang Dicintai Allah 

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:47 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Zainur Rasyid, Tapen, Kudu, sekaligus Sekretaris LTM PCNU Jombang, Dr KH Agus Moh Sholahuddin, menjelaskan tentang tanda seseorang dicintai Allah.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (12/10).

’’Hidup itu ada di antara dua pilihan,’’ tuturnya. Pertama, menjadi orang yang dicintai Allah Ta’ala. Kedua, menjadi orang yang tidak dicintai Allah Ta’ala.

Baca Juga: Binrohtal: Meneladani Rasulullah, Menjaga Takwa hingga Akhir Hayat

Orang yang dicintai Allah itu sebuah kenikmatan tersendiri. Jika Allah sudah cinta kepada hambaNya maka akan selalu memberikan keberkahan dalam kehidupannya.

Sebaliknya jika Allah tidak mencintai hambanya, maka keberkahan itu akan menjauh dari kehidupannya. 

’’Didalam kitab At-Tahliyah wa Rahmah ada beberapa tanda Allah mencintai hambanya,’’ terangnya.

Baca Juga: Binrohtal: Tiga Amalan yang Menjadi Tanda Orang Beruntung

Pertama, orang yang diberikan pemahaman agama sehingga ia mau menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Di zaman sekarang banyak orang yang paham agama tapi tidak menjalankan syariatnya, maka sungguh rugi dalam kehidupannya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama.

Kedua, orang yang senantiasa diberikan hati sabar. Allah Ta’ala berfirman: Allah mencintai orang-orang yang sabar (QS Ali Imran 146).

Imam Al-Ghazali membagi sabar dalam tiga kategori. Sabar dalam ketaatan. Sabar agar tidak maksiat. Sabar dalam menghadapi musibah.

’’Sabar merupakan kekuatan atau pondasi dalam menjalankan syariat Islam,’’ jelasnya.

Orang yang tidak sabar maka tidak dapat merasakan nikmatnya beribadah. Orang yang tidak sabar maka akan mudah terjerumus pada kemaksiatan.

Baca Juga: Binrohtal: Tiga Amalan yang Menjadi Tanda Orang Beruntung

Orang yang tidak sabar akan selalu berkeluh kesah terhadap masalah atau musibah yang menimpa.

Ketiga, orang yang diberi ujian oleh Allah Ta’ala.

Ada banyak ujian dan cobaan yang harus ditempuh seseorang. Manusia diuji agar kualitas keimanan dan ketakwaannya meningkat.

Ujian maupun cobaan yang datang tak hanya diperuntukkan bagi orang biasa. Ujian dan cobaan juga diberikan kepada semua orang. 

Baca Juga: Binrohtal: Ujian Hidup Tak Hanya Kesulitan, Ini Tiga Kunci Menghadapinya

Karenanya, ada beberapa orang yang ketika diuji dengan kesusahan mereka kuat.

Namun ketika diuji dengan kesenangan dan kenikmatan justru orang tersebut tidak kuat.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi derajatnya semakin besar ujiannya. 

Nabi bersabda; Yang paling berat ujiannya para nabi. Kemudian orang-orang saleh, kemudian orang-orang yang paling utama dan seterusnya.

Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila agamanya kuat, ujiannya akan ditambah berat.

Apabila agamanya lemah, ujiannya diringankan. Ujian akan senantiasa menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa membawa dosa.

Baca Juga: Binrohtal: Tiga Hak Anak dalam Islam, Ini Kewajiban Orang Tua

Keempat, orang yang ketika berbuat dosa langsung diberi hukuman di dunia oleh Allah Ta’ala.

Sehingga ketika di akhirat kelak, orang tersebut suci dari dosa karena hukumannya sudah ditebus saat ia masih berada di dunia.

Allah Ta’ala berfirman: Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), agar mereka kembali ke jalan yang benar (QS. As-sajdah 21).

Baca Juga: Binrohtal: Tiga Hak Anak dalam Islam, Ini Kewajiban Orang Tua

Kelima, orang yang dibukakan pintu kebaikan sebelum ia meninggal dunia.

Dalam hal ini orang yang masih diberi kesempatan untuk bertaubat sebelum meninggal dunia, sehingga orang tersebut meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Rasulullah bersabda:  Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya.

Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal. (jif)

Editor : Achmad RW
dicintai Allah Polres Jombang Binrohtal tanda