Binrohtal: Meneladani Rasulullah, Menjaga Takwa hingga Akhir Hayat

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 06:29 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Menjaga takwa hingga akhir hayat menjadi pesan utama KH Hasanudin dalam khotbah Jumat di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (9/10).

Mengutip Surah Ali Imran ayat 102, ia mengingatkan umat Islam agar senantiasa memperbaiki ibadah dan menjaga keimanan sampai akhir kehidupan.

’’Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim,’’ katanya mengutip Quran Surat Ali Imran ayat 102.

Baca Juga: Baru Keluar Lapas, Eks Kades di Jombang Ditahan dalam Kasus Korupsi

Ini menjadi pengingat agar kita tidak pernah merasa aman dari kemungkinan berubahnya keadaan hati.

Selama masih hidup, kita harus terus memperbaiki ibadah, memperbanyak istigfar, menjauhi kemaksiatan, serta memohon agar Allah menetapkan hati dalam keimanan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa agar hati senantiasa teguh dalam agama; Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Kita harus menjaga ketakwaan sepanjang kehidupan. Seseorang yang dahulu rajin beribadah hendaknya tetap menjaga ibadahnya ketika usia bertambah.

Baca Juga: Pusat Belum Pastikan Perbaikan, Jembatan Latsari Jombang Diusulkan Masuk APBD

Orang yang dahulu semangat mengaji hendaknya tidak berhenti belajar ketika kesibukan dunia semakin banyak.

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya amal-amal itu bergantung pada penutupnya. Karena itu, jangan hanya bersemangat memulai kebaikan, tetapi berusahalah istiqamah hingga akhir hayat.

Makanya dianjurkan berdoa; Ya Allah, akhirilah kehidupan kami dengan akhir yang baik dan jangan Engkau akhiri dengan akhir yang buruk.

Kita harus menjaga salat, membaca Alquran, memperbanyak zikir, menghormati orang tua, menyayangi sesama, serta segera bertobat ketika melakukan kesalahan.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan istiqamah dan menganugerahkan husnul khatimah kepada kita semua.

Kita juga harus menyadari betapa besar kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Beliau diutus untuk menunjukkan jalan keselamatan melalui petunjuk Allah Ta’ala.

Baca Juga: Bupati Warsubi Janjikan 10 RTLH di Klitih Jombang Rampung Akhir Tahun

Bayangkan seseorang berjalan pada malam yang gelap. Di hadapannya terdapat jurang yang sangat dalam.

Ia tidak menyadari bahaya yang mengancam karena tidak melihat jalan dengan jelas. Tiba-tiba datang seseorang yang mengetahui keadaan tersebut.

Orang itu memanggilnya, memperingatkannya, kemudian menunjukkan jalan yang aman agar ia tidak terperosok ke dalam jurang.

Begitulah gambaran peran Rasulullah dalam membimbing umat. Dunia dipenuhi godaan yang dapat menyeret manusia menuju kebinasaan.

Baca Juga: Gagal Penuhi Jaminan, Pemenang Lelang Proyek Trotoar Jl Gus Dur Jombang Gugur

Hawa nafsu, keserakahan, kesombongan, kemaksiatan, dan kelalaian dapat membuat seseorang semakin jauh dari Allah Ta’ala.

Rasulullah datang membawa petunjuk dan syariat agar manusia mengetahui jalan yang benar.

 

Allah Ta’ala menggambarkan betapa besarnya kepedulian Nabi terhadap umatnya dalam Surah At-Taubah ayat 128: Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri.

Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan sangat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Penderitaan umat terasa berat bagi Rasulullah. Beliau sangat menginginkan keselamatan umatnya dan tidak ingin mereka terus-menerus berada dalam kesesatan.

Rasulullah sangat menginginkan keselamatan umatnya.

Baca Juga: Renungan Minggu: Saat Hidup Penuh Tekanan, Andalkan Kekuatan dari Tuhan

Nabi bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku dengan manusia seperti seseorang yang menyalakan api, lalu belalang-belalang dan serangga-serangga beterbangan jatuh ke dalamnya, sementara ia berusaha menghalau mereka agar menjauh darinya.

Oleh karena itu, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengucapkan salawat.

Kecintaan itu harus diwujudkan dengan mengikuti ajaran Nabi, menaati syariat Allah, menjauhi larangan-Nya, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Syariat yang dibawa Rasulullah merupakan petunjuk dari Allah untuk membimbing manusia menuju kebaikan dunia dan akhirat.

Salat menjaga hubungan kita dengan Allah. Puasa mendidik pengendalian diri.

Zakat membersihkan harta dan jiwa. Larangan terhadap kezaliman melindungi kehidupan manusia. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
akhir hayat takwa rasulullah Binrohtal Jombang