JombangBanget,.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan tiga perkara yang dibenci Allah Ta’ala, yakni menyebarkan desas-desus, menghambur-hamburkan harta, dan banyak bertanya untuk berdebat.
Hal itu disampaikan dalam kajian seusai salat duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (8/10).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membenci tiga perkara: Menyebarkan desas-desus, menghambur-hamburkan harta dan banyak pertanyaan,’’ tuturnya.
Baca Juga: PT Annisa Siapkan Gugatan PMH, Bantah Tak Hadiri Klarifikasi
Pertama, menyebarkan desas-desus. Yang dimaksud dengan desas-desus (qila wa qala) yakni rumor, gosip, kabar bohong bahkan fitnah kepada orang lain.
Termasuk membicarakan keburukan orang lain dengan informasi atau berita yang tidak bisa diverifikasi kebenarannya.
Juga pembicaraan yang ke sana kemari, tidak jelas maknanya atau tidak bermanfaat, sia-sia, membuang-buang waktu dan energi.
Orang-orang yang sering melibatkan diri dalam pembicaraan semacam ini rentan terjerumus dalam fitnah, gosip, rumor yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca Juga: Kemenhaj Jombang Kembali Panggil PT Annisa, 1.058 Jemaah Minta Refund
Allah membencinya karena hal ini sangat berbahaya. Bisa menimbulkan permusuhan, putusnya silaturahmi, kecurigaan, keresahan, dan ketidakpercayaan di antara masyarakat.
Bahkan bisa menimbulkan kebencian terhadap seseorang tanpa alasan yang benar.
Rasulullah mengingatkan, lisan dan kemaluan paling banyak menyebabkan masuk neraka.
Nabi juga pernah melewati kuburan yang penghuninya disiksa karena kerap menyebarkan kabar tidak benar.
Perkara kedua yang dibenci Allah menghambur-hamburkan harta atau boros.
Menggunakan harta secara berlebih-lebihan, melebihi batas kebutuhan, dan pada hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk dunia maupun akhirat.
Baca Juga: Panen Raya Tembakau Jombang, Bupati Warsubi Tekankan Mutu dan Kemitraan
Misalnya sangat boros beli barang-barang mewah untuk memenuhi ego dan gengsi. Padahal melampaui batas-batas kebutuhan dan kewajaran.
Sehingga mengabaikan kewajiban finansial yang lain. Rasulullah mengajarkan kita agar bijak menggunakan harta dan harus ada prioritas yang didahulukan ditunaikan.
Apalagi jika sampai menghamburkan harta untuk membiayai hal-hal yang diharamkan, maka harta akan menyeretnya ke neraka.
Di hari kiamat kita akan ditanya dari mana sumber harta dan digunakan untuk apa.
Baca Juga: Geruduk Telkom Ploso Jombang, Warga Desak Tower BTS Ditutup
Sedangkan untuk kebaikan, boleh dengan sebanyak-banyaknya harta yang kita punya. Abu Bakar radiyallahu anhu pernah menyerahkan semua hartanya untuk mendukung perjuangan Nabi. Dan Allah memberinya ganti dengan jauh lebih banyak.
Perkara ketiga yang dibenci Allah Ta’ala yakni banyak bertanya. Maksudnya bertanya untuk berdebat, mencari-cari celah, menyelisihi jawaban orang yang ditanya.
Pertanyaan diajukan bukan untuk mencari kebenaran dan ilmu, tetapi untuk membantah atau menunjukkan kehebatan diri sendiri.
Bertanya yang tujuannya untuk menyulitkan orang yang ditanya, bukan untuk mencari informasi, kebenaran atau ilmu.
Tetapi untuk menguji apakah orang yang ditanya itu mampu menjawab atau tidak.
Dia cenderung menanyakan hal-hal yang sulit.
Yang dibolehkan yakni bertanya dengan tujuan mencari informasi, menggali kebenaran, mencari ilmu.
Baca Juga: Sumur Warga Guwo Mengering, Disperta Jombang Pangkas Jam Operasional Irpom
Bukan untuk berdebat atau menyelisihi jawaban, mencari-cari kesalahan atau menguji orang yang ditanya.
Bertanya untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi untuk mencari solusi. Itu juga bertanya yang dibolehkan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz