JombangBanget.id - Ada empat perkara yang menjadi kunci memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, yakni hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, badan yang sabar menghadapi cobaan, dan pasangan yang amanah.
Hal itu disampaikan pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, KH As’ad Nawawi Alhafiz saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (30/9/).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; Ada empat perkara, siapa yang diberikan keempatnya, sungguh ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat. Yakni hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, badan yang sabar menghadapi cobaan, dan istri yang tidak mengkhianatinya dalam dirinya maupun hartanya,’’ tuturnya.
Baca Juga: Pengadaan 15 Mobil Dinas di Jombang Masuk Tahap Pengadaan
Pertama, hati yang selalu bersyukur. Syukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Ta’ala dan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan.
Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam memberikan teladan luar biasa. Ketika beliau melihat singgasana Ratu Saba’ berada di hadapannya dalam waktu yang sangat cepat, beliau tidak menyombongkan diri.
Justru beliau berkata: Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (QS An-Naml 40).
Semakin besar nikmat, semakin besar pula kewajiban bersyukur.
Baca Juga: Kontrak Diperpanjang, Ini Pesan Bupati Warsubi untuk PPPK Paruh Waktu Jombang
Orang yang memiliki hati penuh syukur akan lebih mudah merasakan kebahagiaan karena ia melihat nikmat, bukan hanya kekurangan.
Kedua, lisan yang selalu berzikir. Zikir tidak harus dilakukan dalam waktu khusus.
Ketika berjalan, bekerja, menunggu, setelah salat, atau dalam keadaan senggang, seorang muslim dapat membasahi lisannya dengan mengingat Allah.
Rasulullah bersabda: Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya seperti orang hidup dan orang mati.
Kisah Nabi Yunus alaihissalam menunjukkan kekuatan zikir dan doa ketika menghadapi kesulitan.
Dalam keadaan yang sangat berat, beliau berdoa: Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Allah kemudian menyelamatkan beliau. Sebagaimana diabadikan di QS Al-Anbiya’ 88.
Baca Juga: 4.010 PPPK Paruh Waktu Jombang Perpanjang Kontrak, 16 Pilih Berhenti
Ketiga, badan yang sabar menghadapi ujian. Hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada sakit, kehilangan, kegagalan, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, dan berbagai cobaan lainnya.
Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas (QS Az-Zumar 10).
Nabi Ayyub alaihissalam menjadi salah satu contoh paling terkenal tentang kesabaran.
Beliau mendapatkan ujian berat dalam kehidupan, tetapi tetap mengadu kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
Baca Juga: 160 Atlet Dayung Jatim dan Kalsel Sparing di Jombang, Bidik Popda 2027
Allah mengabadikan doa beliau: Sesungguhnya aku telah ditimpa kesusahan, dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang (QS Al-Anbiya’ 83).
Allah kemudian mengabulkan doa Nabi Ayyub dan menghilangkan kesulitannya.
Sabar bukan berarti tidak boleh merasa sedih. Sabar berarti tetap menjaga iman, ucapan, dan perbuatan ketika menghadapi ujian.
Keempat, pasangan yang amanah. Yang menjaga kehormatan dirinya dan menjaga harta pasangannya.
Allah Ta’ala berfirman: Perempuan-perempuan yang saleh ialah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika tidak ada suaminya, karena Allah telah menjaga mereka (QS An-Nisa’ 34).
Khadijah radiyallahu ‘anha menjadi teladan istri yang memberikan ketenangan dan dukungan kepada suami.
Baca Juga: Baru Direvitalisasi, Pasar Ploso Jombang Kembali Dipenuhi Pedagang
Ketika Rasulullah pulang setelah menerima wahyu pertama dalam keadaan sangat berat, Khadijah menenangkan dan meyakinkan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakannya.
Ia mengingatkan berbagai kebaikan yang selama ini dilakukan Rasulullah kepada orang lain.
Pasangan yang baik bukan hanya menemani ketika keadaan lapang, tetapi juga menjadi tempat saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz