JombangBanget.id - Pelajaran dari Nabi Uzair alaihissalam tentang dosa, nikmat, dan musibah disampaikan Sekretaris Persatuan Guru NU (PERGUNU) Jatim dari PP Al Aqobah Kwaron Diwek, H Ahmad Faqih dalam kajian usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (30/9).
Tiga pesan menekankan agar manusia tidak meremehkan dosa, mensyukuri setiap nikmat, serta bersabar ketika menghadapi musibah.
’’Ada tiga perintah Allah Ta’ala kepada Nabi Uzair,’’ tuturnya.
Baca Juga: Ruas Kabuh-Tapen Makin Nyaman, Enam Kilometer Jalan Telah Dipasangi 160 PJU
Perintah Allah tersebut berisi tiga perkara yang harus dikerjakan selama di dunia. Tatkala dikerjakan, kenikmatan hidup akan tergapai.
Pertama, jika engkau melakukan dosa, maka janganlah melihat kecilnya dosa itu. Namun, pandanglah pada Dzat yang engkau durhakai tersebut.
Ini perintah agar tidak menggampangkan dosa. Banyak manusia yang menganggap remeh dosa. Menumpuk dosa demi dosa setiap hari. Belum sempat taubat, sudah meninggalkan dunia.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya.
Baca Juga: Progres Pembangunan PJU Kabuh-Tapen Capai 98 Persen, Lampu Sudah Menyala
Adapun orang yang pendosa melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.
Pelaku yang meremehkan dosa dianggap sebagai ahli maksiat, sekalipun dosa yang ia kerjakan kecil.
Suatu ketika Nabi Isa alaihissalam menghidupkan orang mati. Orang itu ditanya keadaannya di alam kubur. Dia menjawab, selama 70 tahun di kuburan dia terus disiksa.
Penyebabnya, dia pernah mengambil secuil kayu tetangga tanpa izin untuk digunakan mengambil sisa makanan di gigi.
Nabi juga pernah cerita ada wanita disiksa gara-gara mengurung kucing dan tidak memberinya makan sehingga mati.
Kedua, jika engkau menerima sedikit kebaikan, maka janganlah engkau melihat kecilnya rezeki itu, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah menganugerahimu kebaikan itu.
Baca Juga: Di Tengah Kesibukan, Begini Cara Rohma Wati Berbagi Peran Guru Sekaligus Ibu
Allah Ta’ala memerintahkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan. Tak memandang kecilnya nikmat. Nikmat harus dipandang sebagai kasih dan cinta Allah Ta’ala.
Untuk mengetahui nikmatnya melihat, tanyalah pada orang yang buta. Untuk tahu nikmatnya berjalan, tanyakan pada orang yang lumpuh. Untuk mengetahui nikmat hidup, pergilah ke kuburan.
Untuk mengetahui nikmat sehat, pergilah ke rumah sakit. Untuk mengetahui nikmat bebas pergilah ke penjara.
Ketiga, jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan diriKu kepada makhluk-Ku. Sebab Aku juga tidak pernah mengadukanmu kepada para malaikat-Ku saat keburukanmu mendatangi ku.
Allah Ta’ala memerintahkan agar tidak mencela-Nya. Terlebih saat ditimpa keburukan atau kesialan. Ingatlah dalam hati, Allah mencintai hamba-Nya. Cinta Allah melebihi luas samudera. Tiada batas, dan tiada tara.
Apapun yang menimpa, merupakan yang terbaik bagi kita menurut Allah Ta’ala. Setiap musibah, penyakit dan kesulitan menjadi penghapus dosa. Serta meningkatkan derajat kita di surga. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz