Binrohtal: Kematian hingga Lailatul Qadar, Ini Enam Perkara yang Dirahasiakan Allah

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 07:23 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Kematian hingga Lailatul Qadar menjadi bagian dari enam perkara yang dirahasiakan Allah.

Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, sekaligus Wakil Ketua MUI Jogoroto, KH M Sholahuddin Kariim menjelaskan keenam perkara beserta hikmahnya dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (25/9).

’’Ada enam perkara yang dirahasiakan Allah dalam enam hal,’’ tuturnya.

Baca Juga: Yusuf Nurdiawan Ingin Atlet Tenis Meja Jombang Go Internasional

Pertama, kematian dirahasiakan dalam umur kita. Allah Ta’ala berfirman: Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati (QS Luqman 34).

Dikisahkan seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dan bertanya tentang orang yang paling cerdas.

Nabi menjawab: Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah kematian.

Seandainya orang mengetahui tanggal kematiannya, mungkin ia akan menunda amal sampai mendekati waktunya. Karena tidak tahu, seorang mukmin diajarkan untuk selalu siap.

Baca Juga: Profil Yusuf Nurdiawan, Dari Atlet Cilik hingga Guru Berprestasi Jombang

Jangan menunggu tua untuk bertobat, jangan menunggu kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu waktu luang untuk beribadah.

Kedua, amal yang menjadi sebab keselamatan dirahasiakan. Rasulullah pernah menceritakan seorang pelacur yang memberikan minum kepada anjing kehausan.

Perbuatannya yang tampak sederhana itu menjadi sebab mendapatkan ampunan Allah.

Ini mengajarkan, manusia tidak boleh meremehkan amal kecil.

Ketiga, wali Allah dirahasiakan di antara manusia. Kita tidak pernah tahu siapa sebenarnya orang yang paling dekat dengan Allah Ta’ala.

Karena itu, para ulama mengajarkan agar kita tidak meremehkan seseorang hanya karena penampilan, pekerjaan, kekayaan, atau kedudukannya.

Baca Juga: Buntut Perpustakaan Terbakar, SMPN 2 Perak Jombang Kehilangan Ruang Baca

Bisa jadi orang yang kita anggap biasa justru mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah.

Nabi bersabda tentang seorang laki-laki yang tidak terkenal di tengah manusia: Betapa banyak orang yang rambutnya kusut, berdebu, dan diusir dari pintu-pintu; namun seandainya dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya.

Hormati manusia. Jangan merasa diri paling mulia dan jangan merendahkan orang lain. Bisa jadi orang yang kita pandang rendah justru lebih dekat kepada Allah.

Keempat, kemurkaan Allah dirahasiakan di antara kemaksiatan. 
Kita tidak mengetahui dosa mana yang menyebabkan kemurkaan Allah secara khusus. Karena itu, jangan meremehkan dosa apa pun.

Baca Juga: Semalam, Delapan Diesel Petani Jombang Jadi Sasaran Pencuri

Allah berfirman: Kalian menganggapnya sesuatu yang ringan, padahal dalam pandangan Allah itu perkara yang besar (QS An-Nur 15).

Rasulullah pernah menceritakan seorang perempuan yang masuk neraka karena seekor kucing. Ia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya mencari makanan sendiri.

Kelima, salat wustha dirahasiakan di antara salat lima waktu. 
Allah berfirman: Peliharalah semua salat dan salat wustha. Dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk (QS Al-Baqarah 238).

Salat wustha dirahasiakan sebagai dorongan agar manusia menjaga seluruh salat.

Seseorang bertanya kepada Rabi' bin Khutsaim tentang salat wustha. Ia menjawab dengan nasihat: Jagalah seluruh salat, niscaya engkau telah menjaga salat wustha.

Rasulullah bersabda; Barang siapa terlewat salat Asar, seakan-akan ia kehilangan keluarga dan hartanya.

Baca Juga: Klaim Refund Jemaah Umrah Annisa Ahmada Melonjak, Tembus Rp 23,8 Miliar

Keenam, Lailatul Qadar dirahasiakan di antara malam-malam Ramadan Lailatul qadar merupakan malam yang sangat mulia.

Allah berfirman: Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan (QS Al-Qadr 3).

Suatu ketika Rasulullah keluar hendak memberitahukan kapan Lailatul Qadar. Namun beliau melihat dua orang muslim sedang bertengkar.

Akhirnya pengetahuan tentang malam tersebut diangkat.
Nabi memerintahkan agar Lailatul Qadar dicari pada sepuluh malam terakhir.

Dengan dirahasiakan, seorang hamba terdorong menghidupkan lebih banyak malam Ramadan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
Enam allah Binrohtal rahasia Perkara