JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan empat pesan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kepada Abu Dzar.
Menata niat, memperbanyak amal, mengurangi beban duniawi, dan ikhlas beramal karena Allah.
’’Rasulullah pernah menyampaikan empat pesan kepada Abu Dzar dan semua umat Nabi,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (24/9).
Baca Juga: RAPBD Jombang 2027 Tertekan, Pendapatan Turun Rp 441 Miliar
Pertama, perbaruilah kapalmu karena laut itu dalam.
’’Perintah untuk memperharui perahu berarti menata niat,’’ terangnya.
Niat merupakan hal pokok dalam setiap perbuatan. Sebelum seseorang hendak berlayar, ia harus memastikan kapal dalam kondisi siap dan aman.
Memeriksa mesin, mempertimbangkan cuaca, dan lainnya. Begitu pula dengan hubungan niat dan amal.
Baca Juga: Lahan 4.000 Meter Persegi Disiapkan untuk IPAL Limbah Tahu Jombang
Seseorang yang ingin melakukan sesuatu hendaklah menertibkan rencana dan tujuan yang bagus.
Selain memantapkan langkah, niat juga membantu seseorang untuk fokus pada arah yang digariskan, yakni mencari rida Allah subhanahu wata’ala.
Nabi bersabda; Sesungguhnya sahnya setiap amal tergantung niat. Setiap orang hanya memperoleh apa yang ia niatkan.
Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka ia akan mendapatkannya.
Atau, kepada karena yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada sesuatu yang karenanya ia berhijrah.
Nabi bersabda; Banyak perbuatan yang tampak sebagai perbuatan duniawi berubah menjadi perbuatan ukhrawi lantaran niat yang bagus.
Baca Juga: Motor Terjatuh di Ceweng Jombang, Pemuda-Balita Tewas
Banyak pula perbuatan yang terlihat sebagai perbuatan ukhrawi bergeser menjadi perbuatan duniawi lantaran niat yang buruk.
Kedua, Rasulullah mengingatkan, ambilah bekal yang cukup karena perjalanannya jauh.
Yakni perjalanan akhirat yang lebih berat dari dunia. Bekalnya bukan kekayaan duniawi. Kita pergi ke akhirat hanya membawa bekal amal kebaikan.
Rumah, mobil, pabrik, tanah, anak, istri, jabatan, popularitas akan ditinggal begitu saja.
Baca Juga: Cukir Jombang Juara 1 Desa Peduli Kamtibmas, Punya 150 Titik CCTV
Di akhirat kita menghadapi pembalasan atas perilaku di dunia. Orang yang kurang bekal bakal menyesal.
Seperti diungkapkan di Surat Al-Fajr ayat 24; Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.
Cakupan amal saleh sangat luas. Tak hanya meliputi ibadah ritual seperti salat, zikir, atau puasa.
Amal saleh juga bisa berupa membantu pendidikan anak miskin. Menanam pohon. Menyingkirkan duri maupun hal berbahaya di jalan. Serta hal-hal yang manfaat lainnya.
Ketiga, ringankan beban bawaan karena lereng bukit sulit dilalui. Ini anjuran untuk meninggalkan beban duniawi yang bakal menghambat perjalanan akhirat.
Nabi mendorong umatnya agar tak terlalu terpukau pada kehidupan dunia karena semakin banyak, semakin banyak pula beban yang bakal ditanggung.
Baca Juga: 11 Siswa SD Mual Usai Santap MBG, Dinkes Jombang Periksa Sampel
Akhirat tempat menghisab segala yang dimiliki. Termasuk hal-hal yang bersangkut paut dengan sesama manusia.
Seperti utang serta berbuat kesalahan terhadap orang lain yang belum termaafkan.
Keempat, ikhlaslah beramal karena Allah Maha Teliti. Murnikanlah amal hanya untuk tujuan mencari rida Allah.
Ikhlas memang tak menjadi salah satu rukun yang mesti dilakukan. Tapi ikhlas merupakan ruh yang menentukan suatu amal memiliki harga di sisi Allah subhanahu wata’ala. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz