Binrohtal: Jangan Hanya Cari Siapa yang Salah, Bercerminlah pada Diri

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 06:37 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Saat melihat kerusakan di sekitar, Sekretaris Lembaga Dakwah NU Kecamatan Jombang, Ustad Sandi Ferdy Yulianto mengajak umat tidak hanya mencari siapa yang salah, tetapi bertanya apa yang harus diperbaiki dalam diri sendiri.

Sekretaris Lembaga Dakwah NU Kecamatan Jombang, Ustad Sandi Ferdy Yulianto, menjelaskan penyebab kerusakan.

’’Kerusakan di luar diri berawal dari kerusakan dalam diri,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (23/9).

Baca Juga: Usai Santap MBG, 11 Siswa SDN di Jombang Mual-Muntah

Allah Ta’ala berfirman di QS Ar-Rum ayat 41: ’’Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.’’

Ayat ini mengajak kita bercermin: Jangan-jangan ada kerusakan dalam diri kita yang ikut menyumbang kerusakan kehidupan.

Ketika kejujuran ditinggalkan, amanah dikhianati, ilmu melahirkan kesombongan, kekuasaan digunakan untuk kepentingan pribadi, dan lisan mudah menyakiti orang lain, di sanalah kerusakan mulai tumbuh.

Sering kali kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri.

Baca Juga: Enam Hari Hilang, Lansia di Jombang Ditemukan Tewas di Ladang Tembakau

Kita mengeluhkan masyarakat yang tidak jujur, tetapi lupa memeriksa apakah kita selalu jujur.

Kita menginginkan orang lain amanah, tetapi terkadang masih meremehkan amanah kecil yang diberikan kepada kita.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengingatkan: Setiap kalian pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

Setiap orang memiliki tanggung jawab. Orang tua bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Guru terhadap muridnya. Pemimpin terhadap masyarakatnya. Setiap individu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz terkenal sangat berhati-hati terhadap amanah. Baca Juga: Lagi, Ulat Ditemukan di Menu MBG di Jombang

Ketika sedang menggunakan lampu yang dibiayai negara untuk urusan pemerintahan, datang seseorang hendak berbicara tentang kepentingan pribadi.

Sang khalifah memadamkan lampu tersebut. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa urusan pribadi tidak pantas menggunakan fasilitas yang menjadi amanah umat.

Kerusakan besar sering kali bermula dari perkara yang dianggap kecil. Ketika seseorang mulai menganggap remeh amanah, sedikit demi sedikit batas antara hak dan kepentingan pribadi menjadi kabur.

Lanjutan QS Arrum 41: ’’Agar mereka merasakan sebagian dari apa yang telah mereka kerjakan.’’

Baca Juga: Tabrakan Vario-Scoopy di Watugaluh Jombang, Dua Orang Luka

Setiap perbuatan meninggalkan jejak. Kebohongan merusak kepercayaan. Kata-kata kasar meninggalkan luka. Pengkhianatan menghancurkan hubungan yang sudah dibangun.

Sebaliknya, satu kebaikan yang dilakukan dengan tulus menjadi sebab hadirnya harapan bagi orang lain.

Ayat ini tidak mengajarkan kita untuk menghakimi setiap musibah sebagai akibat dosa seseorang. Pesan penting ayat ini, manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan mau melakukan introspeksi.

Yang paling mengharukan, Allah menutup ayat ini dengan: ’’Agar mereka kembali.’’
Kembali dari kesombongan menuju kerendahan hati.

Kembali dari kemaksiatan menuju ketaatan. Kembali dari kebencian menuju kasih sayang. Kembali dari kelalaian menuju kesadaran.

Karena itu, ketika melihat kerusakan di sekitar kita, jangan hanya bertanya, ’’Siapa yang salah?’’ Tanyakan pula, ’’Apa yang harus saya perbaiki dalam diri saya?’’

Kita tidak mampu memperbaiki seluruh masyarakat, tetapi kita bisa memperbaiki keluarga. Kita tidak mampu mengubah semua orang, tetapi kita bisa menjaga lisan.

Baca Juga: 80 Gerai KDKMP Jombang Diverifikasi, Ini Tahap Berikutnya

Kita tidak mampu menghentikan seluruh kerusakan dunia, tetapi kita bisa memastikan diri kita tidak menjadi bagian dari kerusakan itu.

Sebelum menuntut orang lain jujur, periksa kejujuran kita. Sebelum menuntut orang lain amanah, periksa amanah kita.

Sebelum mengkritik kesombongan orang lain, periksa kesombongan dalam hati kita.

Sebab perubahan besar sering kali dimulai dari satu tempat yang paling dekat: Diri sendiri. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
diri sendiri salah bercermin Binrohtal Jombang