Binrohtal: Cinta Allah Bukan Cuma Ucapan, Ini Cara Membuktikannya

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:14 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Cinta kepada Allah Ta’ala bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui ittiba’ atau mengikuti Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Pesan itu disampaikan Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Dr KH Achmad Roziqi saat memberikan kajian di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (23/9).

’’Bukti cinta Allah Ta’ala yakni mengikuti Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya.

Baca Juga: Kebakaran, Rumah Warga Keras Jombang Ludes Dilalap Api

Allah Ta’ala berfirman di QS Ali Imran ayat 31; Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.

Ayat ini memperlihatkan hubungan yang sangat erat antara cinta dan ittiba’.

Cinta kepada Allah dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah, sedangkan buahnya, cinta Allah kepada hamba-Nya.

Imam Hasan al-Bashri mengingatkan, ada orang yang mengaku mencintai Allah, kemudian Allah menguji pengakuannya melalui ayat tersebut.

Baca Juga: Kebakaran, Rumah Warga Keras Jombang Ludes Dilalap Api

Ukuran cinta, bukan hanya seberapa sering seseorang mengucapkannya.

Melainkan sejauh mana pengakuan itu membentuk kehidupan dan perilakunya. Cinta adalah pengakuan, sedangkan ittiba’ pembuktiannya. 

Rasulullah merupakan timbangan terbesar. Akhlak, perjalanan hidup, dan petunjuk Rasulullah menjadi ukuran bagi kehidupan seorang muslim.

Mencintai Rasulullah berarti berusaha menghadirkan keteladanan Nabi dalam kehidupan: Mengikuti petunjuknya, meneladani akhlaknya, dan menjadikan sunnahnya sebagai pedoman.

Kita mengenal Rasulullah sebagai sosok yang lembut, jujur, sabar, penyayang, sekaligus tegas dalam prinsip.

Baca Juga: Popkab Jombang 2026 Disambut Antusias SMP Swasta, Ini Buktinya

Semua itu bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani. Di sinilah ittiba’ menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan Rasulullah juga dapat kita lihat dalam kecintaan beliau kepada tanah kelahiran.

Ketika meninggalkan Makkah, Nabi mengungkapkan, Makkah sebaik-baik bumi Allah dan bumi yang paling beliau cintai.

Seandainya bukan karena penduduknya mengusir, niscaya beliau tidak akan meninggalkannya.

Baca Juga: Pelajari Mekanisme Pilkades Serentak Komisi A Belajar ke Gunungkidul dan Sleman

Kecintaan kepada tanah air, merupakan sesuatu yang manusiawi dan dapat berjalan seiring dengan keimanan.

Karena itu, cinta tanah air tidak cukup dengan slogan. Harus diwujudkan dalam tindakan: Menjaga kedamaian, merawat persaudaraan, menghormati sesama, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Orang-orang Quraisy memusuhi dan mengusir Nabi. Saat Fathu Makkah, Rasulullah memiliki kesempatan untuk membalas perlakuan mereka. Namun Nabi memilih memberikan maaf.

Ini mengajarkan, akhlak tidak hanya diuji ketika seseorang berada dalam keadaan lemah. Justru ketika memiliki kekuatan, kualitas akhlak lebih terlihat.

Ketika memiliki kesempatan membalas, kita belajar memaafkan. Ketika berada di atas, kita tidak merendahkan yang berada di bawah.

Ketika memperoleh kemenangan, kita tidak menjadikannya alasan untuk berlaku sewenang-wenang.

Baca Juga: Dua Paket Proyek PJU PIK di Jombang Masuk Tender, Segini Nilainya

Inilah salah satu bentuk nyata mengikuti Rasulullah menuju cinta Allah.

Orang yang mengikuti Rasulullah akan mendapatkan cinta Allah sekaligus ampunan-Nya.

Allah apabila mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril dan memberitahukan, Dia mencintai hamba tersebut.

Jibril kemudian mencintainya dan menyerukan kepada para penghuni langit agar mencintainya.

Setelah itu, Allah memberikan penerimaan kepadanya di bumi. 

Seorang hamba yang mendapatkan cinta Allah akan memperoleh cinta Jibril, cinta para penghuni langit, dan penerimaan di bumi. 

Pada akhirnya, cinta kepada Allah menemukan kesempurnaannya ketika ia melahirkan ittiba’ atau mengikuti Rasulullah.

Dan mengantarkan seorang hamba kepada cinta Allah Ta’ala. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
membuktikan cinta allah Binrohtal Jombang