JombangBanget.id - Pengasuh Ponpes Ya Salam Diwek, Jombang, KH Miftahul Huda mengajak umat untuk terus berjuang sesuai kemampuan, baik dengan harta, tenaga, ilmu maupun dukungan kepada sesama.
Hal itu disampaikan dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (18/9).
’’Orang yang berjuang akan memiliki derajat yang mulia disisi Allah Ta’ala. Orang yang berjuang tidak sama dengan orang yang tidak mau berjuang,’’ tuturnya.
Baca Juga: Renungan Minggu: Saat yang Sedikit Diserahkan kepada Tuhan Menjadi Mukjizat
Allah Ta’ala berfirman di QS Annisa 95. Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (tidak ikut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.
Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing yang jihad atau duduk karena uzur Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga), dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar.
Ayat ini mengajarkan prinsip penting: Orang yang sama-sama beriman belum tentu memiliki derajat dan pahala yang sama.
Ada orang yang hanya duduk, sementara ada orang yang mengorbankan harta, tenaga, waktu, bahkan dirinya untuk perjuangan di jalan Allah Ta’ala.
Baca Juga: Binrohtal: Tak Ada yang Melihat, Tapi Allah Tahu
Jihad dengan harta menjadi bentuk pengorbanan yang sangat besar. Ketika turun firman Allah: Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai (QS Ali Imran 92).
Abu Thalhah radiyallahu ‘anhu datang kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Ia memiliki kebun yang sangat ia cintai, yaitu Bairuha.
Kebun itu berada dekat Masjid Nabawi dan sering didatangi Rasulullah untuk minum airnya.
Abu Thalhah berkata: Wahai Rasulullah, kebun itu aku sedekahkan karena Allah. Karena kebun itulah yang paling dia cintai.
Rasulullah memuji sikap tersebut dan menyarankan agar kebun itu diberikan kepada kerabatnya.
Kisah ini menggambarkan bahwa perjuangan di jalan Allah tidak selalu berupa mengangkat senjata.
Mengorbankan harta untuk kebaikan, membantu orang yang membutuhkan, membangun masjid, membiayai pendidikan, dan menopang perjuangan dakwah termasuk perjuangan.
Baca Juga: 72 Kebakaran Terjadi di Jombang, Sehari Bisa Empat Kali
Rasulullah bersabda: Barang siapa mempersiapkan perlengkapan bagi orang yang berjuang di jalan Allah, maka sungguh ia telah ikut berjuang.
Dan barang siapa menjaga keluarga orang yang berjuang dengan baik, maka sungguh ia telah ikut berjuang.
Hadis ini memperlihatkan luasnya pintu amal. Tidak semua orang berada di garis depan.
Ada yang berjuang dengan tenaga, ada yang dengan harta, ada yang membantu keluarga orang yang sedang berjuang, ada yang memberikan ilmu, dan ada pula yang mendukung kebaikan sesuai kemampuannya.
Karena itu, jangan menganggap remeh amal yang dilakukan dengan ikhlas.
Setiap orang memiliki medan perjuangan. Seorang guru berjuang dengan ilmunya. Santri berjuang dengan belajar dan menjaga adab. Orang tua berjuang membesarkan anak-anaknya.
Orang kaya dapat berjuang dengan hartanya. Orang yang memiliki tenaga dapat membantu dengan tenaganya. Orang yang memiliki ilmu dapat mengajarkannya.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Perak Jombang, Dua Orang Terluka
Orang yang memiliki kedudukan dapat menggunakannya untuk menolong sesama.
Bahkan orang yang sedang sakit dan tidak mampu melakukan banyak hal tetap mempunyai kesempatan mendapatkan pahala melalui kesabaran dan niat baiknya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz