JombangBanget.id - Kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai sebagai kebebasan untuk hidup sesuka hati.
Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, mengingatkan umat kemerdekaan sejati merupakan kesempatan untuk menjauhi dosa, hidup dalam kasih, dan melayani sesama.
’’Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih,’’ tuturnya mengutip Galatia 5:13.
Baca Juga: Binrohtal: Empat Mutiara dalam Diri Manusia, Ini yang Bisa Merusaknya
Kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga. Kita bersyukur sebagai bangsa Indonesia dapat menikmati kemerdekaan.
Kemerdekaan yang didapatkan melalui perjuangan yang berat dan pengorbanan yang begitu besar.
Sebagai anak bangsa kita punya tanggung jawab untuk menghargai dan mengisi kemerdekaan ini. Demikian juga dalam kehidupan rohani.
Kristus telah memerdekakan dari dosa, bukan supaya kita hidup sesuka hati, tetapi supaya kita dapat hidup bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Baca Juga: Dari Guru SPK, Dr Anis Satus Syaifah Kini Jadi Penggerak Akademik STIKES Pemkab Jombang
Ayat di atas mengingatkan kita: ’’Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.’’
Itu berarti kebebasan tidak boleh menjadi alasan untuk hidup sembarangan. Kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa batas dan tanpa tanggung jawab.
Kemerdekaan yang kita terima bukan untuk melakukan segala sesuatu sesuka hati, melainkan untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan melayani Tuhan.
Kemerdekaan sejati terlihat ketika seseorang mampu berkata ’’tidak’’ kepada dosa dan ’’ya’’ kepada kehendak Tuhan.
Kita bebas untuk mengampuni, bebas untuk mengasihi, bebas untuk menolong, dan bebas menjadi berkat bagi orang lain.
Paulus bahkan berkata, ’’layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.’’ Artinya, semakin kita mengalami kemerdekaan dalam Kristus, semakin hidup kita seharusnya membawa manfaat bagi sesama.
Baca Juga: Truk Muatan Ikan Tabrak Belakang Tronton Pakan Ternak di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Tewas
Kemerdekaan bukan kesempatan untuk hidup semaunya, tetapi kesempatan untuk hidup sebaik-baiknya di hadapan Tuhan.
Di tengah dunia yang sering mengartikan kebebasan sebagai hak untuk melakukan apa saja, orang percaya dipanggil menunjukkan arti kemerdekaan yang berbeda: Bebas dari dosa, bebas untuk mengasihi, dan bebas untuk melayani.
Kemerdekaan sejati bukan hidup tanpa aturan. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita tidak lagi diperbudak oleh dosa, tetapi dengan sukacita menyerahkan hidup kita kepada Kristus.
’’Kemerdekan harus kita pakai untuk hidup sebaik-baiknya bagi kemuliaan Tuhan. Sekali Merdeka tetap merdeka. Tuhan Yesus memberkati,’’ tuturnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz