Binrohtal: Rukun Islam Tak Hanya Ibadah, Ada Dimensi Sosial

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:04 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga mengandung nilai sosial yang membentuk kepedulian terhadap sesama.

Penjelasan itu disampaikan Pengasuh PP Al-Madienah Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (5/8).

’’Semua rukun Islam membawa dimensi sosial,’’ tuturnya.

Baca Juga: Tujuh Bulan, 113 Anak di Jombang Ajukan Dispensasi Kawin

Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Lima rukun Islam semuanya punya dimensi sosial.

Pertama syahadat, melahirkan persaudaraan dan kesetaraan. Syahadat mengikat seorang muslim dalam satu ikatan keimanan.

Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS Al-Hujurat 10).

Baca Juga: Jelang Muktamar NU di Jombang, PG Djombang Baru Turun Bersihkan Lingkungan hingga Siapkan Mes untuk Tamu

Persaudaraan memiliki konsekuensi sosial: Saling menolong, menjaga kehormatan, mendamaikan perselisihan, dan tidak saling menzalimi.

Rasulullah bersabda: Seorang muslim saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya (dalam kesulitan), dan tidak merendahkannya.

Kedua salat, membentuk pribadi yang mencegah kemungkaran sosial. Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS Al-'Ankabut 45).

Salat yang benar seharusnya membentuk pribadi yang tidak suka menzalimi, mencuri, menipu, memfitnah, menyakiti, atau melakukan kemungkaran terhadap orang lain.

Ketiga zakat, secara langsung mengatasi persoalan sosial.

Kelak di akhirat ada hamba yang ditanya Allah Ta’ala; Wahai hambaKu, Aku sakit kenapa kamu tidak menjenguk?

Baca Juga: Pulang ke Tambakberas, Belajar Muktamar kepada Mbah Wahab

Bagaimana aku menjenguk sedangkan aku hamba dan Engkau Tuhan? Saat kau menjenguk saudaramu, kamu sama dengan menjengukKu.

Wahai hambaKu, Aku lapar kenapa kamu tidak memberi makan? Bagaimana aku memberi makan sedangkan aku hamba dan Engkau Tuhan?

Saat kamu memberi makan orang lapar, kamu sama dengan memberiKu makan.

Keempat puasa, membentuk kepedulian terhadap sesama. Tujuan utama puasa yakni takwa. Sebagaimana disebutkan di QS Al-Baqarah 183.

Baca Juga: Kisah Hindun, Ibu Tiga Anak di Jombang yang Ajarkan Agama Tanpa Paksaan

Orang yang bertakwa diperintahkan untuk bersedekah di waktu lapang maupun sempit. Menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik. Sebagaimana disebutkan di QS Ali Imran 134. 

Puasa juga mengajarkan pengendalian diri. Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar.

Puasa mendidik kita agar mampu menjaga lisan, emosi, dan menjaga perilakunya ketika berinteraksi dengan orang lain.

Nabi bersabda; Ada lima hal yang menghapus pahala puasa. Menggunjing, berbohong, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.

Kelima haji, mengajarkan persatuan dan persaudaraan umat manusia. Allah Ta’ala berfirman: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka (QS Al-Hajj 28).

Nabi bersabda; Pahala haji mabrur yakni surga. Dan ciri haji mabrur yakni suka memberi makan dan berkata dengan perkataan yang baik.

Baca Juga: Renungan Minggu: Takut Menghadapi Hari Esok? Ingat Pesan Tuhan dalam Yesaya 41:10

Gus Najib cerita, ada ulama yang di alam kubur mendapat nikmat sangat banyak.

Ketika ditanya ternyata penyebabnya bukan karena dia puasa sunah selama 40 tahun. Juga bukan karena dia tiap hari hatam Quran.

Tapi karena suatu hari dia melihat kucing kedinginan kemudian menyelimuti kucing tersebut. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
rukun islam dimensi sosial ibadah Binrohtal Jombang